Soekirman: Jadilah Guru Sedikit Bicara Banyak Bekerja, Bukan Banyak Bicara Sedikit Bekerja

468

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) menghadiri acara workshop peningkatan mutu guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Sergai tahun 2020, bertempat di Wisma Karina Desa Firdaus Kecamatan Sei Rampah, Senin (10/2/2020).

Ketua panitia Alamsyah, S.Pd menjelaskan, kegiatan yang diikuti 510 guru PAUD ini bertujuan agar seluruh guru PAUD di Sergai memiliki pemahaman yang jelas tentang belajar mengajar. Kegiatan ini digagas oleh Bunda PAUD, Himpaudi, Dinas Pendidikan dan Yayasan Adiluhung Nusantara.

Sementara Bupati Sergai Ir. H Soekirman memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Yayasan Adiluhung yang telah bersedia memberikan ilmu pengajaran bagi guru PAUD di Sergai.

“Pertemuan hari ini sangat bermanfaat, ibarat ponsel yang telah diisi ulang baterainya untuk pendidikan karakter, sebab itulah yang utama. Bagi orang yang pernah dan masih menjadi guru, apresiasi yang tak terhingga kami berikan, sebab jasa guru tiada tara dan tak ternilai harganya,” kata bupati.

“Hari ini saya menyampaikan bahwa saya harusnya masih tugas luar terkait Penghargaan Kebudayaan Hari Pers Nasional yang disebut sebagai kabupaten yang ramah budaya. Prestasi ini adalah berkat jasa besar guru, terutama guru TK dan PAUD.”

“Terkadang orang lupa tiga komponen dasar belajar, yaitu logika, etika dan estetika. Sesuatu yang tidak logis karena sering dikembangkan meski hoax dapat dianggap menjadi logis. Maka tugas guru PAUD adalah membentuk logika yang etis, agar anak-anak memiliki etika yang berdasar logika. Kemudian jika sudah memenuhi dua unsur tadi, maka akan terbentuk seni dan keindahan yang disebut estetika.”

“Belajar dalam suasana gembira seperti yang disampaikan narasumber hari ini adalah inovasi dan sangat baik. Hal tersebut agar jangan sampai terjadi kisah nyata seorang anak yang ingin menjadi ponsel, sebab orang tuanya lebih perhatian kepada ponsel ketimbang dirinya. Hal ini menjadi gambaran dan pembelajaran bagi orang tua bahwa pengaruh teknologi dapat juga memberikan nilai-nilai yang tidak baik serta mengesampingkan nilai kearifan lokal.”

“Hendaknya setiap dalam pertemuan keluarga agar jangan terhanyut dengan keasyikan berponsel, namun biasakanlah berkomunikasi seperti dahulu sebelum ada teknologi, imtaq (ilmu pengetahuan dan ketaqwaan), logika, etika, dan estetika agar menambah pengetahuan dan sikap pengetahuan kita dalam workshop ini, yang saya yakin akan dapat menambah kerekatan dan intelektual kita, sehingga generasi yang akan datang lebih baik dari generasi saat ini.”

“Membangun infrastruktur memang penting, namun membangun karakter anak didik jauh lebih penting. Jangan terfokus hanya kepada persoalan yang kasat mata, namun ada nilai yang paling mendasar yaitu karakter.”

“Dengan bahasa kebudayaan yang didapatkan adalah persatuan, sementara jika politik maka yang didapat adalah perbedaan. Maka jika kita ingin kuat, maka jadilah jarum yang merekatkan, bukan gunting yang memisahkan. Sebab, jika kita terpisah dan tidak bersatu akan sulit dalam mencapai tujuan masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

“Kepada para guru PAUD, saya berharap jadilah tipe guru yang sedikit bicara banyak bekerja, dan bukan banyak bicara tetapi sedikit bekerja. Belajar dengan gembira, namun apa yang dipesankan, sejalan dengan yang dikerjakan agar hasilnya seperti yang diharapkan,” pungkas dia. (Dipa)

Bagaimana Menurut Anda