Simulasi Rusuh, Kapolres Tapanuli Selatan dan Bupati Harap Pilkada Aman

175

TAPANULI SELATAN-SUMUT, BERITAANDA РKapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana Elhaj dan Bupati H. Syahrul M. Pasaribu mengharap terwujudnya pemilihan kepala daerah (pilkada) aman, lancar, serta kondusif, yang digelar pada 9 Desember mendatang.

“Baik saya juga Pak Kapolres pastinya berharap, proses pilkada tahun 2020 akan berlangsung kondusif,” ungkap Bupati Syahrul di sela simulasi pengamanan rangkaian pilkada Kabupaten Tapanuli Selatan, di lapangan Sarasi, Kecamatan Angkola Muaratais, Kamis (30/7/2020).

Dilaksanakannya simulasi tersebut, menurut dia, adalah bagian penting untuk menghadirkan rasa aman terhadap semua pihak. “Apresiasi dan terimakasih kepada jajaran Polres Tapanuli Selatan yang mempersiapkan semua hal, khususnya pengamanan rangkaian pilkada,” tandasnya.

Pantauan di lapangan, selain didominasi personel Polres Tapanuli Selatan, simulasi melibatsertakan personel dari satuan lain, seperti Yonif C Brimobdasu, Babinsa Kodim 0212/Tapsel, Prajurit Yonif 123/Rajawali, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Tapanuli Selatan.

“Sedikitnya ada 600 orang personel dari institusi berbeda yang dilibatsertakan dalam kegiatan simulasi ini. Adegan yang diperagakan mulai dari pengawalan, termasuk juga pengamanan kotak hasil suara. Simulasi ini kita lakukan semirip mungkin,” terang Kapolres AKBP Roman.

Disimulasikan, salah satu kelompok massa pendukung dari bupati-wakil bupati ‘pisang’ tidak menerima ataupun tidak mengakui hasil pilkada. Kelompok yang mencapai ratusan orang tersebut memaksakan kehendaknya, ingin merampas kotak suara berisikan surat suara pilkada.

Meski sudah sesuai tahapan, massa memprotes menilai ada ketidaksesuaian penghitungan suara di tingkat TPS yang dilakukan oleh KPPS. Protes terus berlanjut hingga rekapitulasi penghitungan suara di tingkat KPU. “Disini diskenariokan situasi mulai memanas,” papar Kapolres.

Emosi massa yang didominasi kaum perempuan (emak-emak) ditambah kalangan pria mulai tidak terkontrol dan menjurus ke sikap beringas serta perbuatan anarkis. Ada terjadi pelemparan berbagai material ke personel PAM.

“Tak mau mengambil resiko, petugas PAM bergerak maju menghalau sekaligus memecah konsentrasi massa. Kita mengerahkan mobil water canon dan tembakkan gas air ke arah kerumunan. Massa akhirnya mundur dan tercerai berai. Potensi kerusuhan meluas bisa kita tekan,” terang Kapolres, masih dalam pemaparannya tentang simulasi.

Terakhir rangkaian simulasi, petugas mengamankan satu orang yang ditemukan pingsan sepeninggal massa untuk kemudian ditangani pihak medis. Situasi berangsur pulih kembali berkat kesiapsiagaan personil yang benar-benar sudah sangat siap menghadapi hal kemungkinan buruk.

“Kendati demikian, kita semua berharap kericuhan hanya ada dalam simulasi ini saja. Pada saatnya nanti, pilkada akan berjalan aman dan damai. Namun jikalau itu terjadi, kita sepenuhnya sudah siap siaga,” tutup AKBP Roman. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda