Sejuta Ceria Terpancar di Wajah Bocah Desa Hutaraja Lamo

384
Ucok, bocah berusia 12 tahun meluncur dengan sepeda miliknya di atas jalan desa hasil olah tangan Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD Kodim 0212/TS, di Desa Hutaraja Lamo Kecamatan Sosa Kabupaten Palas.

PALAS-SUMUT, BERITAANDA – Kurun waktu dua pekan belakangan ini perkampungan si Ucok bocah 12 tahun yang merupakan siswa kelas V (lima) Sekolah Dasar Negeri Hutaraja Lamo Kecamatan Sosa Kabupaten Padang Lawas (Palas), didiami segerombolan pria tegap berseragam loreng.

Secara pengetahuan awamnya, Ucok tahu betul bahwa orang-orang tersebut tiada lain adalah ‘Pak Tentara’. Sebutan TNI masih begitu samar ditelinganya. Ia pun membatin dalam hatinya, jarang sekali melihat secara langsung tentara berkumpul sampai sebanyak itu.

Maklum saja, kampung kecilnya yang berada di pelosok pinggiran Kabupaten Palas tak terlampau sering kedatangan orang-orang yang mengenakan seragam tertentu atau khusus. Bahkan menurut Ucok, bisa dikatakan hampir belum pernah alias tak ada sama sekali.

Kalaupun ada, hanya satu dua orang saja yaitu Pak Kepala Desa mereka yang memakai seragam coklat muda, dan itu pun cuma sesekali dikenakan. Pengguna seragam lainnya masih berwarna sama, itu adalah seragam gurunya di sekolah tempat Ucok menimba ilmu.

Rasa penasaran semakin membuncah dibenak Ucok, entah sebab musabab apa dua orang dari sekumpulan Pak Tentara tersebut ada yang tinggal dan menghuni rumah orangtuanya, menetap hidup bersama dengan ia dan saudara-saudaranya. Pun demikian di rumah teman sepermainan lain di desanya.

Pernah Uccok tanyakan tentang hal ini, sayangnya penjelasan sang ayah belum cukup membuat ia mengerti. Hingga seiring berjalannya sang waktu, barulah Uccok mulai ketahui satu hal. Disetiap pagi hari Pak Tentara beranjak keluar rumah untuk mengerjakan sesuatu dan kembali pada sore harinya.

Ucok sendiri saban hari selain tanggal merah rutin bersekolah dengan menaiki sepeda bekas pemberian orangtuanya. Sepulangnya, tidak jarang Ucok harus menerima omelan ibu tersayang karena pulang dengan seragam sekolah penuh noda lumpur.

“Bukan tak bisa menjaga baju biar tak terkena kotoran lumpur mak, tapi tadi malam khan turun hujan jadi jalanan banyak genangan air dan becek disana-sini. Sulit menghindarinya,” sebut Ucok membela diri yang dijawab diam ibunya, tapi omelan serupa pasti akan terulang kembali keesokan harinya.

Sangat berbeda sekali untuk hari ini. Ucok pulang tanpa disambut celoteh omelan sang ibu, seragam pramuka maupun sepeda miliknya bersih tanpa bercak lumpur. Ucok pun tahu, ternyata kumpulan Pak Tentara itu bermukim di kampungnya untuk membangun ruas jalan di desanya.

Seperti mengalami peristiwa baru dalam hidupnya Ucok larut dalam euforia. Jika di hari kemarin-kemarin jalan desanya hanya berupa tanah berlumpur, namun sekarang tak lagi. Dengan senyum ceria, Ucok kayuh pedal sepedanya di jalanan mulus terbuat dari adukan semen dan pasir kerikil hasil racikan Pak Tentara.

“Saya baru tahu kalau Pak Tentara datang kemari untuk membikin jalan di desa kami. Rasa-rasanya seperti mimpi tapi ini kenyataan. Tiba-tiba saja mereka datang lalu menyulap kampung kami menjadi cantik dan rapi. Terima kasih Pak Tentara,” celetuk Ucok tersipu malu, merasa mantap menatap hari esok.

Komandan Kodim 0212/Tapsel Letkol Inf. Akbar Novrijal Yusananto berujar, prajurit TNI hadir di Hutaraja Lamo untuk melaksanaan program TMMD ke-105 Kodim 0212/TS. Rencananya kegiatan ini berlangsung selama satu bulan, dimulai 10 Juli 2019 dan berakhir 8 Agustus mendatang. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda