Sangat Meresahkan Hingga Didemo Warga, Bupati Muara Enim Stop Angkutan Batubara PT GPP

267

MUARA ENIM, BERITAANDA – Karena sudah sangat meresahkan, terutama warga tiga desa yakni Muara Harapan, Harapan Jaya dan Saka Jaya. Bupati Muara Enim meminta PT Ganendra Pasopati Prawara (GPP) untuk menghentikan operasional angkutan batubara melintas di jalan Kabupaten Muara Enim, Selasa (21/5/2019).

Aksi demo perwakilan warga tiga desa yang diwakili kades masing-masing dan tokoh masyarakat melakukan orasi dan berkumpul di halaman Kantor Bupati Muara Enim.

Setelah itu perwakilan warga diterima langsung oleh Bupati Ir H Ahmad Yani MM, Wakil Bupati H Juarsah SH, Asisten 1 Drs Teguh Jaya MM, Kepala Dinas Perhubungan H Riswandar SH MH, perwakilan manajemen PT GPP, Polres Muara Enim dan Dandim 0404 Muara Enim, serta instansi yang terkait.

Menurut tokoh masyarakat Desa Muara Harapan Nazarudin (55), bahwa pihaknya sudah resah dan menolak dengan melintasnya truk angkutan batubara yang melintas pemukiman warga. Sebab selain akan merusak jalan, tentu berdebu dan membuat bising. Bahkan semenjak adanya angkutan batubara, beberapa warganya harus berurusan dengan hukum karena dipidanakan oleh pihak perusahaan seolah-olah masyarakat yang menganggu aktifitas perusahaan. Padahal sebaliknya, sejak keberadaan mereka hidup warga sudah tidak tenang lagi.

“Tolong kepada perusahaan dan pihak terkait, jangan benturkan kami dengan aparat, sehingga kami dipidanakan. Tolong nasib kami pak bupati,” katanya.

Masih dikatakan Nazarudin, di lapangan perusahaan masih berpegang dengan dispensasi Bupati Muara Enim yang lama, padahal dengan Keputusan Gubernur Sumsel yang baru, seharusnya dispensasi itu gugur dengan sendirinya, karena berlawanan dengan pergub. Dengan adanya payung hukum tersebut, supaya aparat terkait untuk tidak ragu-ragu lagi melakukan tindakan, jangan sampai masyarakat melakukan tindakan sendiri yang bisa terpancing ke anarkis.

“Perusahaan ini ngeyel, sudah dibantu melepaskan belasan truk angkutan batubara, tetapi malah besoknya diulangi. Kami bukan orang bodoh dan seenaknya dipermainkan, mau minta lebih dan terus menerus,” tukasnya didampingi Kades Muara Harapan Duel Sambiyono.

Sedangkan Bupati Muara Enim Ahmad Yani, setelah melihat data- data, masukan dan informasi dari masyarakat, akhirnya mengambil kesimpulan meminta kepada PT GPP untuk sementara waktu tidak lagi mengangkut batubara melintasi jalan kabupaten, karena sudah meresahkan warga dan aturannya sudah jelas.

Namun jika pihak perusahaan masih ingin mengeluarkan batubara, bisa melintasi jalan kabupaten (jalan lintas Kota Muara Enim) dan sedikit jalan lintas Sumatera, namun syaratnya harus ada izin Gubernur Sumsel.

“Saya ingin rapat ini dihadiri oleh manajemen PT GPP yang bisa mengambil keputusan, tetapi ternyata yang dikirim tidak bisa mengambil keputusan. Jadi kesimpuan rapat ini, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Muara Enim meminta aktivitas armada angkutan batubara PT GPP dihentikan untuk sementara,” tegas bupati. (Angga)

Bagaimana Menurut Anda