Respon Keluhan Masyarakat Terkait Pembangunan Jalan Nasional, Kepala BP2JN Sumut Turun ke Nias

33

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Menanggapi keluhan masyarakat yang disampaikan oleh Aliansi Masyarakat Sipil Pemerhati Pembangunan (AMSP2) Kepulauan Nias, Kepala BP2JN Sumatera Utara Ir. Selamat Rasidin M.SC bersama tim turun ke Nias melakukan monitoring di beberapa lokasi pekerjaan BP2JN PPK 35 wilayah Gunungsitoli-Teluk Dalam, Rabu (15/9).

Selamat Rasidin bersama tim dan didampingi PPK 35 wilayah kerja Kepulauan Nias Firman Hutauruk melakukan monitoring ke beberapa lokasi pekerjaan yang diduga bermasalah, sesuai yang disampaikan oleh AMSP2 Kepulauan Nias.

Usai melakukan monitoring, Kepala BP2JN Sumut melakukan pertemuan dengan AMSP2 Kepulauan Nias untuk mendengarkan secara langsung permasalahan yang sedang terjadi pada pekerjaan PPK 35 wilayah Kepulauan Nias.

Pertemuan yang dilaksanakan di sekretariat perwakilan B2PJN di Jalan Supomo, No 26 Desa Mudik Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli Sumatera Utara sekira pukul 22.00 WIB, AMSP2 Kepulauan Nias meminta kepada Kepala BP2JN wilayah Sumut untuk bisa bersama-sama melihat langsung kondisi jalan nasional maupun jembatan dari Gunungsitoli sampai Nias Selatan.

Selanjutnya, mereka meminta semua pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi untuk dibongkar, dan setelah itu kembali dikerjakan seperti spesifikasi sesuai kontrak, sehingga pekerjaan tersebut bisa berkualitas dan bermutu. Kemudian mereka juga meminta kepada Firman Hutauruk untuk mengklarifikasi dan meminta maaf atas penyataannya di dalam video yang tersebar di media sosial yang mengatakan kalau dirinya sudah muak di Nias ini.

Menanggapi pernyataan tersebut, Kepala BP2JN wilayah Sumut mengucapkan berterimakasih atas informasi yang telah disampaikan oleh AMSP2 Kepulauan Nias, dan berjanji akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.

“Semua informasi ini akan kita tampung dan akan segera kita tindaklanjuti. Apabila ada pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, kita bongkar dan akan dikerjakan ulang. Untuk jawaban terkait surat pernyataan sikap yang disampaikan oleh rekan-rekan aliansi, kita akan balas hari Senin depan. Sedangkan untuk melakukan monitoring bersama dengan rekan-rekan, kita akan segera atur waktunya,” ungkapnya.

PPK 35 wilayah kerja Kepulauan Nias Firman Hutauruk menjelaskan bahwa dirinya tidak ada niat untuk menghina atau menyinggung masyarakat Nias, terkait pernyataannya di dalam video yang tersebar di media sosial tersebut.

“Secara pribadi saya tidak ada niat untuk menghina masyarakat Nias. Di dalam pernyataan saya dalam video tersebut, itu konteksnya karena saya sudah 3 tahun jauh dari keluarga, bukan karena saya ditugaskan di Nias,” ucapnya.

Firman menjelaskan, penyataan tersebut disampaikan karena terbawa suasana yang mulai mencair dan bercanda, sehingga ketika menanggapi pernyataan salah seorang perwakilan aliansi yang meminta PPK 35 Kepulauan Nias untuk mengundurkan diri, Firman menanggapinya juga dengan bercanda.

“Saat itu suasana sudah mulai mencair, makanya saya menganggap sudah bisa berseloroh dan bercanda ketika menanggapi permintaan Bapak Zai agar saya mengundurkan diri. Namun saya tidak menduga kalau video pernyataan tersebut dibuat menjadi pegangan teman-teman aliansi dan menguploadnya di media sosial. Walaupun demikian, pada kesempatan ini, saya secara pribadi mencabut pernyataan saya kemarin, dan dengan hormat memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Nias apabila tersinggung dengan pernyataan saya tersebut, serta berharap saya bisa dimaafkan,” ungkap Firman Hutauruk. [Ganda]

Bagaimana Menurut Anda