PPKM Darurat, Ojol Magelang Nilai Penyekatan Kurang Efektif

276
Wakil dan Humas Paguyuban Ojek Online Magelang Borobudur

MAGELANG-JATENG, BERITAANDAWakil Ketua Paguyuban Ojek Online Magelang Borobudur (Mabor), Bambang Suryo menilai, penyekatan yang dilakukan pemerintah sebagai bentuk penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) kurang efektif.

“Kalau penyekatan yang saya rasakan seperti pengalihan jalan, jadi masih banyak juga beberapa titik yang dibuka dan menurut kami hal tersebut menjadi tidak efektif untuk menurunkan resiko penularan Covid-19 ini,” kata Bambang kepada BERITAANDA, Kamis (22/7).

Ia juga mengatakan kebijakan penyekatan memberatkan masyarakat, khususnya driver ojek online (ojol) karena harus memerlukan waktu tempuh lebih lama dari biasanya karena mencari jalan lain saat mengantar pesanan maupun pelanggan.

“Adanya penyekatan ini justru memberatkan kami karena pada beberapa tempat mengharuskan kita putar balik dan mencari jalan lain,” ujarnya.

Bambang juga menjelaskan dampak yang dirasakan akibat PPKM yaitu penghasilannya yang turun sebanyak 30 sampai 40 persen.

“Pendapatan lumayan menurun dari awal PPKM sampai sekarang sekitar 30% sampai 40%,” jelasnya.

Menanggapi soal driver ojek online di wilayah lain yang akan mengadakan unjuk rasa terkait adanya PPKM, Humas Paguyuban Ojek Online Magelang Borobudur, Andri menjelaskan, sampai saat ini belum ada rencana pihaknya akan melakukan aksi tersebut.

“Terkait demo, sampai saat ini kita belum ada rencana untuk ke arah situ, karena belum ada pemberitahuan juga terkait ajakan untuk ikut dalam aksi tersebut dari paguyuban ojek online wilayah lain,” jelas Andri.

Menurutnya, mayoritas driver ojek online di Magelang lebih memilih fokus untuk bekerja dibanding melakukan aksi, karena orderan yang dirasa lebih sedikit dibanding di kota-kota besar lainnya.

Ia juga mengimbau para driver ojek online agar tetap mematuhi protokol kesehatan agar mencegah penularan Covid-19. [Faisal]

Bagaimana Menurut Anda