Polda Sumsel Ungkap Kronologi Penemuan Bripda Rizki Ardianto di Perairan Sungai Badak

2

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Bripda Rizki Ardianto, anggota Dit Samapta Polda Sumsel, yang sedang melaksanakan tugas pengamanan dan pengawalan kapal LCT di perairan perbatasan Kabupaten Mesuji dan Ogan Komering Ilir (OKI), tiba-tiba hilang secara misterius, Kamis (10/9/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Menurut Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya SIK MH, peristiwa tersebut bermula pada Rabu (9/9/2026). Saat itu, Bripda Rizki Ardianto menjalankan tugas berdasarkan surat perintah pengamanan tertanggal 1 September 2026 di Dermaga 129 Pagar Dewa, Kecamatan Mesuji.

“Sekitar pukul 22.50 WIB, Bripda Rizki Ardianto berangkat menggunakan kapal kosong LCT Agro Permai. Saat berada di sekitar wilayah Karangsia, yang bersangkutan berkoordinasi dengan kru kapal untuk berpindah ke Tugboat Yusika yang membawa muatan sawit guna memperkuat pengamanan,” ungkap dia.

Namun, lanjut dia, setelah LCT Agro Permai melintasi wilayah Desa Sungai Badak, Kabupaten Mesuji, Lampung, keberadaan Bripda Rizki Ardianto tidak lagi diketahui di atas kapal.

“Informasi mengenai hilangnya personel tersebut kemudian disampaikan pihak perusahaan PT Prime Agri Resources (PAR) kepada Polsek Sungai Menang pada 10 September 2026 sekitar pukul 04.30 WIB,” jelas dia.

Menerima laporan itu, kepolisian bersama unsur terkait langsung melakukan koordinasi dan pencarian.

Jelas dia lagi, operasi pencarian melibatkan personel Satpolairud Polres Ogan Komering Ilir (OKI), Polsek Sungai Menang, TNI, Basarnas dan BNPB/BPBD Kabupaten Mesuji, pihak perusahaan, serta masyarakat.

“Setelah melalui proses pencarian intensif, tim gabungan berhasil menemukan Bripda Rizki Ardianto pada Jumat (11/9/9) sekitar pukul 10.04 WIB,” terang dia.

Kata dia lagi, korban ditemukan di perairan Sungai Badak, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, sekitar 1,5 kilometer dari Desa Sungai Badak menuju arah Desa Gajah Mati, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

“Saat ditemukan, Bripda Rizki Ardianto berada dalam kondisi meninggal dunia dan mengapung di sekitar tanaman nipah. Pada saat proses penemuan, korban masih membawa tas ransel berwarna hitam, telepon seluler, serta senjata api dinas,” tandas dia.

Tim gabungan selanjutnya melakukan evakuasi korban menuju Dermaga Desa Sungai Badak.

Masih kata dia, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Sidomulyo, Kabupaten Mesuji, sebelum selanjutnya dirujuk ke RS Bhayangkara Palembang untuk proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Ditegaskannya, sejak menerima informasi mengenai hilangnya personel tersebut, kepolisian bersama seluruh unsur terkait langsung bergerak melakukan pencarian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan.

“Kami memastikan seluruh proses pencarian dilakukan secara terpadu bersama unsur terkait. Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Palembang guna proses penanganan dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Nandang.

Tambah dia, Polda Sumsel menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Bripda Rizki Ardianto dalam peristiwa tersebut. Kepolisian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi.

“Polda Sumsel mengimbau masyarakat maupun berbagai pihak untuk tidak menarik kesimpulan mengenai penyebab meninggalnya korban maupun penyebab terpisahnya personel dari kapal sebelum seluruh rangkaian pemeriksaan resmi selesai dilakukan,” imbau dia.

Sambungnya, kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap rangkaian peristiwa tersebut.

“Informasi lebih lanjut mengenai hasil pemeriksaan medis serta proses penyelidikan akan disampaikan setelah diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang,” pungkasnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda