Polda Lampung Akan Tindak Tegas Bagi PPLN yang Tidak Karantina

17

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Polda Lampung akan menindak tegas bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) maupun masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun tidak melakukan karantina yang benar sesuai aturan yang berlaku.

Kapolda Lampung Irjen Pol. Hendro Sugiatno melalui Kabid Humas Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad  mengatakan, bersama unsur tiga pilar yang tergabung dalam Satgas Penanganan Covid-19 di Provinsi Lampung masih akan terus menjalankan pengawasan terhadap Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang penegakkan disiplin protokol kesehatan.

“Terutama bagi pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) maupun masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid-19, namun tidak melakukan karantina yang benar sesuai aturan yang berlaku,” katanya di sela-sela kegiatan visit ke Ketua DPRD Provinsi Lampung, Selasa (18/1).

Dia menjelaskan, hal itu sesuai dengan asas salus populi suprema lex esto atau keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi.

“Jika ada pihak-pihak yang tidak mengindahkan imbauan untuk karantina, maka dapat dikenakan sanksi sebagaimana yang tertera dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan,” terang Kabid Humas.

Dalam Pasal 14 UU wabah penyakit menular, lanjut Pandra, terdiri dari 3 ayat. Adapun ayat pertama menyebutkan bahwa siapa pun yang dengan sengaja menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam UU, diancam dengan pidana penjara selama-lamanya 1 tahun dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 1 juta.

“Pada ayat 2 berbunyi barang siapa karena kealpaannya mengakibatkan terhalangnya pelaksanaan penanggulangan wabah sebagaimana diatur dalam UU, diancam dengan pidana kurungan selama-lamanya 6 bulan dan/atau denda setinggi-tingginya Rp 500 ribu,” tambahnya.

Selanjutnya pada Pasal 93 UU kekarantinaan kesehatan, setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

“Untuk penegakan karantina kesehatan diawasi oleh Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad). Lembaga itu terdiri dari unsur TNI atau Polri, kementerian/lembaga terkait, relawan yang dipimpin oleh Pangkotama Operasional TNI di bawah kendali Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan atau Pangkogabwilhan,” tegasnya.

Penegasan ini disampaikannya kepada pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang melakukan pelanggaran dengan tidak melakukan karantina.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat agar benar-benar mentaati protokol kesehatan secara ketat dan mengikuti program vaksinasi di gerai-gerai vaksin secara gratis.

“Hal ini tentunya untuk menjaga kekebalan imunitas secara kelompok atau Herd Immunity,” pungkasnya. (Katharina Yanuarti)

Bagaimana Menurut Anda