Plt. Bupati Sumarni Turun ke Titik Api, Karhutla di Muara Enim Jadi Perhatian Serius

3

MUARA ENIM, BERITAANDA – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kian mengepung wilayah Kabupaten Muara Enim. Tim Satgas Gabungan bergerak cepat memaksimalkan upaya penyekatan dan pemadaman api agar tidak meluas hingga membakar permukiman warga di wilayah Kecamatan Gelumbang dan Sungai Rotan.

Langkah cepat penanganan di lapangan ini ditinjau langsung oleh Plt. Bupati Muara Enim Ir. Hj. Sumarni M.Si bersama jajaran Forkopimda, diantaranya Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra SIK MH, Dandim 0404 Muara Enim Letkol Kav. Sahid Winagiri S.Hub.Int MM, perwakilan Kejaksaan Negeri, serta Kepala Pelaksana BPBD Muara Enim Abdurrorieq Putra saat mendatangi titik lokasi di Desa Teluk Limau dan Desa Sukamaju, Senin (14/9/2027).

Lahan yang terbakar di kedua kecamatan tersebut meliputi area milik masyarakat dan perusahaan. Api sempat berkobar hebat hingga mendekati rumah-rumah warga, terutama di Desa Betung, Kecamatan Gelumbang. Situasi genting ini memaksa tim gabungan mengambil langkah prioritas dengan melakukan pemadaman serta penyekatan ketat di titik-titik yang berdekatan dengan kawasan permukiman.

Perjuangan petugas di lapangan pun diwarnai tantangan berat. Tim pemadam yang terdiri dari Satgas BPBD Posko Gelumbang, Dinas Damkar Muara Enim, Manggala Agni, TNI, Polri, hingga warga setempat harus bekerja ekstra keras hingga malam hari di tengah krisis air. Keringnya sumber air di sekitar lokasi akibat kemarau panjang memaksa tim menempuh jarak hingga 30 kilometer ke desa tetangga hanya demi menyuplai pasokan air untuk pemadaman.

Selain aksi pemadaman, langkah antisipasi terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian utama. Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim menyiagakan tim medis dan telah membagikan sebanyak 4.500 masker secara gratis kepada masyarakat terdampak guna mencegah timbulnya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap pekat.

Dalam peninjauan tersebut, Plt. Bupati Sumarni menyalurkan bantuan paket sembako sebagai dukungan moral dan logistik bagi seluruh personel yang berjibaku di titik api. Ia juga mengapresiasi dedikasi dan kesiapsiagaan seluruh anggota satgas di lapangan.

Menurut Sumarni, musibah karhutla ini murni dipicu oleh faktor cuaca ekstrem serta kemarau berkepanjangan yang membuat struktur tanah gambut menjadi sangat mudah terbakar. Ia meyakini kecil kemungkinan warga setempat membakar lahan secara sengaja, mengingat sumber penghidupan utama masyarakat berasal dari hasil perkebunan tersebut.

Kendati demikian, pihak pemerintah tidak memandang remeh potensi pelanggaran hukum. Sumarni menegaskan bahwa proses hukum akan tetap diberlakukan secara tegas tanpa ragu jika nantinya ditemukan indikasi kesengajaan.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bersatu menjaga lingkungan, tidak membuka lahan dengan cara membakar, hindari membuang puntung rokok sembarangan, serta mari kita bersama-sama memanjatkan doa agar hujan segera turun menyirami Kabupaten Muara Enim,” tuturnya. (Angga)

Bagaimana Menurut Anda