Pertanian OKI Tahan Terhadap Guncangan Pandemi

119

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Sektor pertanian di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) merupakan salah satu bidang perekonomian yang sangat tahan terhadap guncangan pandemi Covid-19.

“Sektor pertanian menjadi andalan kita saat menghadapi pandemi Covid-19. Saat negara lain terkoreksi ekonominya karena resesi, kita masih mampu bertahan karena tertolong sektor ini,” ungkap Gubernur Sumsel H. Herman Deru yang hadir pada rapat paripurna peringatan hari jadi ke-75 Kabupaten OKI, Ahad (11/10/2020).

Herman Deru mengatakan, OKI merupakan tiga besar lumbung pangan di Sumsel yang turut menopang perekonomian Sumsel. “Ini luar biasa akselerasi bidang pertanian di OKI. Dari hanya 500 ribu ton gabah kering pada 2013, naik hampir 100 persen jadi 1 juta ton per tahun. Pencapaian luar biasa Pak Bupati dan petani di OKI,” kata Herman Deru.

Gubernur Deru juga optimis OKI berpeluang jadi lumbung pangan nomor satu di Sumsel, karena ketersediaan lahan yang masih luas. “Upaya-upaya ekstensifikasi maupun intensifikasi saya yakin daerah ini akan menjadi lumbung pangan nomor satu di Sumsel,” ujarnya.

Sementara Bupati OKI H. Iskandar, SE mengatakan, sektor pertanian di OKI terus didorong oleh pemerintah daerah untuk terus maju, mampu tumbuh di tengah pandemi Covid-19.

“Berkat kerja keras petani produksi lahan pertanian di OKI terus meningkat, termasuk pada masa pandemi Covid-19. Selama pandemi Covid-19, produktivitas lahan di OKI mencapai 135.056 ton gabah kering (GKG) atau setara 86.096 ton beras. Dengan kata lain, produksi beras di OKI surplus, bahkan dipasok ke daerah lain,” jelas dia.

Menurut Kepala Dinas (Kadis) KPTH OKI, Syahrul, realisasi target rencana luas tanam sudah mencapai setengahnya. “Dari total rencana lahan di OKI yang akan dipanen seluas 172.524 ha, sudah terealisasi 43.272 ha,” ujar dia.

Untuk hasil panen, imbuh Syahrul, realisasi produksi gabah kering per tahun adalah 219.432 ton dari rencana produksi 219.432 ton dan target produksi beras 557.729 ton, terealisasi 139.888 ton. “Kebutuhan Kabupaten OKI dalam satu tahun 96.725 ton beras, artinya surplus kita dalam 1 tahun adalah 461.4 ton beras,” pungkas dia. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda