HUT ke-75 OKI, H. Iskandar Gelorakan Semangat Kolaborasi Lawan Pandemi

46

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Tak ada kemeriahan dalam acara peringatan hari jadi ke-75 Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Hal ini terjadi karena masih dalam situasi pandemi covid-19. Tahun ini hanya digelar rapat paripurna sederhana di gedung DPRD OKI, Ahad (11/10/2020).

Peringatan dilaksanakan dengan sederhana dan terbatas, menyesuaikan dengan protokol kesehatan Covid-19 yang dibuka langsung Ketua DPRD OKI Abdiyanto Fikri, SH. Turut hadir antara lain Gubernur Sumsel Herman Deru, FKPD Provinsi Sumsel serta sejumlah pimpinan dan anggota DPRD OKI, Wakil Bupati OKI, Sekda OKI, tokoh masyarakat dan undangan lainnya yang hadir secara virtual.

Saat memberikan sambutan, Bupati OKI H. Iskandar, SE mengungkapkan, Kabupaten OKI terus bergeliat dan bertransformasi menjadi kabupaten yang maju. “Perbaikan pelayan publik secara berkesinambungan merupakan cara menjawab dinamika masyarakat yang berorientasi akan kemajuan. Tidak hanya secara fisik material, juga mental spiritual,” ungkap dia.

Peringatan hari jadi Kabupaten OKI tahun ini, tambah dia, dimaknai sebagai momentum perjuangan melawan pandemi, dengan tema besar, yaitu ‘Dengan Semangat Inovasi dan Kolaborasi, Kabupaten Ogan Komering Ilir Bergerak Bersama Melawan Pandemi Covid-19’.

Pandemi mengajarkan untuk bertransformasi. Masih kata dia, ada yang patut kita syukuri dari pandemi ini, yaitu mampu mengubah cara hidup kita berinovasi melayani masyarakat. “Nilai-nilai budaya masyarakat OKI di tengah kondisi seperti ini masih terjaga. Gotong-royong, rasa senasib sepenanggungan, serta toleransi menjadi modal bagi seluruh komponen. Warga dan pemerintah bersinergi, bersatu padu, dan pantang menyerah sesuai dengan akar budaya masyarakat Ogan Komering Ilir,” tandas dia.

Melalui kolaborasi setiap komponen ikut terlibat, kata dia lagi, mulai pemerintah, forkopimda, tenaga medis, akademisi, media hingga warga masyarakat.

Penanganan pandemi Covid-19 di Kabupaten OKI mendapat apresiasi Gubernur Sumsel, Herman Deru. Karena, menurut dia, OKI termasuk daerah yang mampu mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Untuk OKI dianggap mampu mengendalikan penyebaran Covid-19 berkat kolaborasi semua elemen, pemerintah dan masyarakatnya,” ujar Deru.

Sebelumnya, kinerja pemerintah dan masyarakat OKI dalam menanggulangi Covid-19 diganjar oleh pemerintah pusat melalui dana insentif daerah atau DID senilai total Rp 14,90 miliar. Penetapan pemberian insentif ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 87/PMK.07/2020 tentang pengelolaan dana intensif daerah tambahan tahun 2020. Dana insentif yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tersebut diberikan dalam rangka pemulihan ekonomi berdasarkan indikator tertentu.

Kepala Dinas Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten OKI, Mun’im mengatakan, OKI menjadi salah satu daerah yang mendapat tambahan DID di Indonesia. Dia menjelaskan, komponen penilaian pemerintah pusat terhadap daerah dalam melakukan percepatan penanganan Covid-19 antara lain penyampaian laporan penyesuaian APBD tahun 2020, laporan kinerja bidang kesehatan, untuk pencegahan Covid-19, serta pelaksanaan jaring pengaman sosial / ekonomi bagi warga terdampak Covid-19.

“Pemberian DID tambahan itu bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada 171 pemerintah daerah se-Indonesia,” ujar dia.

Kriteria penilaian pemberian DID lainnya, lanjut dia, juga mencakup nilai epidemiologi dan inovasi daerah menghadapi tatanan new normal, serta kemampuan daerah menekan kurva penyebaran Covid-19. “Dana insentif tambahan dapat digunakan untuk pemulihan ekonomi daerah seperti penguatan UMKM dan koperasi,” pungkas dia. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda