Pertanian Hingga Teknologi Informasi Jadi Inspirasi Sergai

139

SERGAI-SUMUT, BERITAANDA – Bupati Serdang Bedagai (Sergai) Ir. H. Soekirman mendampingi Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) H. Musa Rajekshah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur, Senin (21/10/2019).

Selain Bupati Sergai, turut serta dalam rombongan tersebut antara lain Bupati Labuhan Batu Utara H. Khairuddin Syah Sitorus, Wakil Bupati Karo Cori Br Sebayang dan Sekda Langkat dr. Indra Salahuddin untuk melihat secara jelas perusahaan tambang emas PT Bumi Suksesindo (BSI).

Wagub Musa Rajekshah menyampaikan bahwa kunker ini dalam rangka studi ke Banyuwangi menyangkut pengelolaan pertanian, peningkatan PAD, pariswisata dan teknologi informasi untuk dapat diaplikasikan di daerah masing-masing.

Saat tiba di lokasi, wagub beserta rombongan disambut hangat oleh Presiden Direktur PT BSI Adi Adriansyah Sjoekri dan General Manager Operations James Francis.

Dihadapan para rombongan, Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan bahwa perusahaan pertambangan ini merupakan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan luas areal sekitar 5.000 hektare (ha), serta memiliki potensi kandungan emas yang dapat dikelola hingga mencapai 30 tahun.

Presiden Direktur PT BSI mengisahkan, tambang emas ini dibuka sejak bulan Maret 2017. Selain emas juga menambang perak. Dalam waktu dekat juga akan dibuka terowongan sepanjang 2 KM untuk memastikan adanya deposit tembaga di areal ini.

“Perusahaan tambang PT BSI ini sudah ditetapkan sebagai objek vital nasional yang merupakan kawasan pertambangan emas secara nasional di Indonesia, yang terus mendapat perhatian, pengawasan dan pengawalan dari pemerintah pusat terhadap seluruh proses dan aktifitas pertambangan,” katanya.

Senada dengan Adi Adriansyah Sjoekri, General Manager Operations James Francis menambahkan, sebagai sebuah usaha pertambangan emas, PT BSI telah menerapkan safety induction dan keamanan lingkungan.

Dalam proses penerapannya juga sudah menerapkan azas selain keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Selain itu juga, lanjutnya, kami beroperasi secara aman tanpa ada insiden be safe no incident, yaitu perusahaan yang taat kepada paraturan perundangan dan taat pada lingkungan.

“Perusahaan ini menyerap tenaga kerja 99% orang Indonesia. Dari 99% tersebut, 60% adalah tenaga kerja dari masyarakat Banyuwangi,” tegas dia.

Lebih lanjut disampaikan James Francis, perusahaan tambang ini juga selalu merealisasikan CSR-nya kepada masyarakat sekitar.

“Sampai saat ini sudah sekitar 25.000 jiwa masyarakat Banyuwangi di sekitar PT BSI mendapatkan manfaat dari perusahaan pertambangan ini,” tambah dia.

“CSR itu antara lain berupa pendampingan terhadap para petani dalam mengelola pertanian padi, kopi dan buah naga. Pembangunan saluran irigasi pertanian, pembangunan rumah ibadah dan sekolah untuk warga. Juga dibangun infrastruktur jalan, baik pembangunan baru maupun rehabilitasi yang bermanfaat bagi masyarakat Banyuwangi,” pungkas James Francis.(Dipa)

Bagaimana Menurut Anda