Perkuat Prospek Pertumbuhan Bisnis, PGN Tunjukkan Kesiapan Infrastruktur Gas Sumatera ke Investor

11

PALEMBANG, BERITAANDA – PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Persero Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina mengajak para investor ritel terbesar perseroan meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang menjadi fondasi pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.

Melalui kunjungan tersebut, investor memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengelolaan infrastruktur, keandalan pasokan, serta potensi pengembangan pasar gas bumi di kawasan tersebut. Prospek tersebut akan semakin diperkuat melalui berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang digarap Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Proyek transmisi ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas jaringan gas, memperkuat keandalan pasokan, serta membuka peluang pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.

Hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region I (SOR I), PGN telah menyalurkan gas bumi sekitar 147 BBTUD kepada lebih dari 136 ribu pelanggan di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta mengatakan, kawasan tersebut memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi. Batam menjadi basis pelanggan industri berkapasitas besar (high volume anchor), sedangkan Palembang dan Medan merupakan pasar dengan tingkat penetrasi pelanggan yang tinggi (high penetration market).

“Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur,” ujar Heri, Rabu (15/7/2026).

Disisi infrastruktur, operasional PGN di Sumatera Utara didukung jaringan yang dikelola anak usaha, PT Pertamina Gas Operation North Sumatera Area (ONSA). Infrastruktur tersebut telah terintegrasi dengan berbagai sumber pasokan domestik, mulai dari regasifikasi LNG Arun hingga pasokan dari sejumlah blok hulu, yang kemudian didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, kawasan industri, serta industri pupuk.

Menurut Heri, pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau akan menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas jaringan gas di Pulau Sumatera. Jalur transmisi tersebut akan menghubungkan wilayah Sumatera bagian utara, tengah, hingga selatan, sehingga meningkatkan fleksibilitas penyaluran gas bumi dari Aceh hingga Lampung.

“Bagi PGN, integrasi jaringan gas bumi memberikan fleksibilitas yang lebih tinggi dalam mengelola pasokan sekaligus membuka akses terhadap sumber gas baru. Dengan sistem yang semakin terhubung, pemanfaatan gas domestik dapat dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan berbagai sektor ekonomi secara lebih andal dan efisien,” jelasnya.

Saat ini PGN juga mengoperasikan jaringan pipa gas bumi sepanjang sekitar 1.834 kilometer di Sumatera bagian utara. Jaringan tersebut melayani pelanggan rumah tangga, pelanggan kecil, sektor komersial, hingga industri. Keberadaan fasilitas offtake station, seperti Pasar IX, turut meningkatkan fleksibilitas distribusi dan mendukung efisiensi pengembangan jaringan gas di masa depan.

Heri menambahkan, penguatan jaringan transmisi dan distribusi merupakan bagian dari strategi jangka panjang PGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik. Strategi tersebut diperkuat melalui integrasi infrastruktur pipa maupun nonpipa, termasuk Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG), sehingga kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah dapat dilayani secara lebih optimal.

“Sumatera dan Kepulauan Riau memiliki potensi pertumbuhan industri yang sangat menjanjikan. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi, pasokan yang andal, serta portofolio infrastruktur yang terus berkembang, PGN optimistis dapat memperluas pemanfaatan gas bumi, memperkuat pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan, sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham,” pungkas Heri. (Febri)

Bagaimana Menurut Anda