Penjual Mainan Anak-anak Ini Mengaku Belum Pernah Rasakan Bantuan Sosial dari Pemerintah

714

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Di tengah penatnya kehidupan yang ia jalani, Atmaja (53) baru sedikit bisa tersenyum saat dagangannya perlahan mulai laku terjual. Walau keuntungan yang didapat jauh dari kata cukup memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Rp 30 ribu per hari, keuntungan biasa didapat pria tercatat warga Dusun III Desa Serinanti Kecamatan Pedamaran Ogan Komering Ilir (OKI) ini dari menjual mainan anak-anak seperti balon, buku mewarnai dan lainnya dengan cara berkeliling kampung.

Kendati begitu, hal tersebut tak menyurutkan langkah dari bapak 3 orang anak yang tinggal menumpang di rumah milik mertuanya, bisa dikategorikan kurang layak huni. Untuk terus berjuang melakoni getirnya kehidupan, demi menafkahi keluarga.

Ironisnya, kondisi keluarga Atmaja ternyata luput dari perhatian pemerintah. Terbukti bantuan sosial yang dikucurkan pemerintah, baik PKH, BST, BPNT dan BLT dana desa tak kunjung dapat dirasakan manfaatnya oleh keluarga tersebut.

“Pada 2017, diketahui nama saya terdaftar sebagai penerima PKH. Tetapi, jangankan bisa nikmati uang tunai yang digelontorkan, kartunya pun saya tak menerima, dan itu hingga sekarang. Begitupun juga BST dan BPNT,” keluh Atmaja, Rabu (31/3).

Untuk BLT dana desa yang dibagikan oleh Pemerintah Desa Serinanti di masa pandemi Covid-19 ini, ungkap Atmaja, tak ia terima. Hal itu mungkin karena namanya masih tercantum sebagai penerima PKH. Padahal, sejak 2017 tak menerima sama sekali.

“Kondisi ini tentu tak adil bagi kami orang kecil (ekonomi rendah – red) ini. Oleh karena itu, tolong kepada pemerintah dicarikan jalan keluarnya, agar kami dapat merasakan bantuan tersebut,” pungkas Atmaja. [Iwan]

Bagaimana Menurut Anda