Penggunaan DD Tiyuh Marga Jaya Indah Diduga Bermasalah

131

TUBABA-LAMPUNG, BERITAANDA – Penggunaan dana desa (DD) Tiyuh Marga Jaya Indah Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat [Tubaba] yang terpusat pada penyelenggaraan Posyandu, Pos Kesehatan Desa/Polindes Milik Desa tahun 2019 diduga syarat persengkongkolan.

Dugaan adanya persengkongkolan terlihat jelas dari keterangan aparatur tiyuh yang terkesan berbelit dan menutupi, sehingga penggunaan anggaran pada pengelolaan penyelenggaraan Posyandu yang menelan anggaran sekitar Rp 38.280.000 meragukan.

Berdasarkan dokumen yang diperoleh BERITAANDA, Tiyuh Marga Jaya Indah pada tahun 2019 menganggarkan dana sekitar Rp 20.645,000, yang dipusatkan pada kegiatan penyelenggaraan Pos Kesehatan Desa/Polindes Milik Desa (obat, insentif, KB, dsb) Rp 6.245.000, penyelenggaraan Posyandu (makanan tambahan, kelas ibu hamil, kelas lansia, insentif kader Posyandu) Rp 14.400.000.

Pada tahun tahun 2020, kembali dianggarkan sebesar Rp 17.635.000 untuk penyelenggaraan Posyandu (makan tambahan, kelas ibu hamil, lamsia, insentif). Namun kejelasan dari penggunaan anggaran tersebut terkesan ditutupi, sehingga penggunaan anggaran untuk penyelenggaraan Posyandu tingkat tiyuh tersebut meragukan.

Siti Fatmawati selaku Sekretaris Tiyuh Marga Jaya Indah saat dikonfirmasi di kediamannya, Senin (15/2/2021) menjelaskan, kurang begitu paham dengan penggunaan anggaran tersebut, dikarenakan pelaksanaan kegiatan itu merupakan kewenangan bidan desa dan kader Posyandu.

“Kalau untuk masalah Posyandu langsung sama bidan desa saja,” cetusnya.

Terpisah, bidan desa tiyuh setempat, Umairoh, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya berkilah dengan beralasan lupa. Menurut dia, penggunaan anggaran tersebut dibagi pada dua jenis kegiatan, yaitu belanja peralatan dan pengadaan makanan tambahan, namun nominal pembelanjaan dirinya tidak bisa menjelaskan.

“Kalau yang dari kesehatan, belanjanya kalau ada jarum-jarum, kan kalau bukan dari kesehatan tidak boleh, jadi saya yang beli itu. Tapi kan ada makanan tambahan, tapi yang belanja ibu kader bukan saya, karena saya ngambil yang bagian kesehatan saja,” jelas dia.

Ketika dimintai keterangan pembelanjaan tersebut, dirinya tidak bisa menjelaskan. Bahkan dirinya menegaskan bahwa nota pembelanjaan itu telah diserahkan pada sekretaris tiyuh.

“Semua nota dari semua pembelian itu langsung dikasihkan, kalau untuk makanan tambahan pun dari ibu kader diserahkan ke Ibu Carik, kalau untuk invetarisnya dicatat atau tidak, kurang tau mas, yang jelas semua nota dikembalikan ke desa, semuanya ada di Buk Carik,” pungkasnya.

Sementara informasi lebih lanjut tentang penggunaan dana desa untuk penyelenggaraan Posyandu Tiyuh Marga Jaya, kepalo tiyuh belum berhasil dikonfirmasi. [Remi]

Bagaimana Menurut Anda