Penangkapan Buaya Ini Jadi Tontonan Hiburan Warga Kayuagung

2944

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Ibarat menyaksikan pertunjukan di sebuah objek wisata alam, tak terhitung lagi masyarakat yang datang dan berkumpul di tepian Sungai Komering Kampung 1 Desa Tanjung Serang Kecamatan Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (2/11/2019) sore.

Masyarakat ini datang untuk menonton langsung upaya Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten OKI melakukan penangkapan buaya yang telah sepekan lebih selalu muncul di permukaan sungai tersebut, dengan cara dipancing dengan umpan bebek hidup.

Namun lagi – lagi, di hari kedua upaya yang dilakukan ini belum juga membuahkan hasil maksimal. Kendati buaya sempat muncul ke permukaan, tetapi tidak mau menyambar bebek, berikut kail yang ditebar Tim Damkar OKI sebagai upaya menangkapnya. Padahal hanya berjarak 2 meter.

“Ini hari kedua upaya penangkapan yang kita lakukan, namun buaya belum juga memakan umpan berikut kail pancing ditebar. Biasanya dengan gunakan umpan hidup, efektif dan cenderung berhasil,” kata Kasat Pol PP dan Damkar OKI Aleksander Bustomi melalui Kabid Damkar, Syawal Harahap.

Kenapa upaya penangkapan buaya ini dilakukan, karena kita tidak mau sampai terjadi menelan korban jiwa. Katanya lagi, walaupun ada yang menafsirkan jika buaya tersebut adalah ‘puyang’ (buaya mistis – red), namun secara logika dan kasat mata yang dilihat, tetaplah reptil buas berbahaya bagi keselamatan warga.

“Paling tidak, dengan telah dilakukannya upaya penangkapan, sebagai langkah kita dalam pencegahan terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Apalagi sampai warga menjadi korban keganasan reptil tersebut,” ungkap Syawal seraya menambahkan, maka dari itu kita terus menghimbau warga untuk selalu berhati-hati.

Untuk sementara waktu upaya penangkapan buaya dihentikan, lanjut Syawal, terlepas jika Pemerintah Desa Tanjung Serang ingin menggunakan jasa pawang atau pulun buaya guna turut membantu menyelesaikan permasalahan ini, dipersilahkan dan kalau bisa kita (Damkar OKI – Red) juga turut dilibatkan.

Pantauan di lokasi, kemunculan buaya hingga viral di sejumlah media sosial seperti Facebook, Instagram dan grup-grup WhatsApp, karena banyak masyarakat ingin melihat langsung penampakan sosok buaya, akhirnya mendatangkan rezeki tersendiri bagi para pedagang yang berjualan di lokasi.

“Karena banyak orang datang berkumpul di tepian sungai untuk melihat langsung sosok buaya, pedagang berjualan di lokasi laris manis. Bahkan habis tak bersisa. Yang jelas mendatangkan rezeki tersendiri bagi para pedagang,” ungkap Ismail, salah satu tokoh masyarakat Desa Tanjung Serang. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda