Pemkab Sintang Terima WTP Ketujuh Kalinya

140

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Pemerintah Kabupaten Sintang kembali menerima piagam penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ketujuh kalinya dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan tahun anggaran 2018 dari Menteri Keuangan RI, yang diterima langsung oleh Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Kalimantan Barat, Edih Mulyadi, di ruang kerja Bupati Sintang, Rabu (16/10/19), yang kemudian dilanjutkan dialog bersama.

Bupati Jarot Winarno pun mengaku sangat bersyukur karena Pemerintah Kabupaten Sintang kembali meriah penghargaan WTP ketujuh kalinya.

“Kita sebagai pemerintah sangat bersyukur atas penghargaan WTP dari ibu Menteri Keuangan ini, mudah-mudahan ini akan terus kita pertahankan kedepnnya,” ujar Jarot.

Meskipun demikian, kata Jarot, mendapatkan WTP bukan berati dalam prosesnya tidak terjadi penyalahgunaan anggaran, sehingga hal itu selalu menjadi kehati-hatian pemerintah daerah dalam mengelola anggaran.

Kemudian juga, lanjut Jarot, bahwa nyatanya dalam setiap audit reguler BPK sering muncul permasalah yang sama, yakni terkait aset daerah, piutang, dana BOS. Secara khusus dana BOS, jelas Jarot, yang selalu jadi permasalah, karena langsung di transfer dari pusat ke rekening kepala sekolah, sehingga komunikasi sangat susah.

“Selanjutnya juga, temuan-temuan pada proyek pembangunan, puncaknya tahun 2018 lalu, karena ada dana DAK yang kita kembalikan 75%, peformance dari pemborong hanya mampu mengelola 25% saja, kita hentikan project bangunan Puskesmas Ketungau Hilir. Kita sadari, meskipun kita dirugikan, karena dana DAK itu dikembali tidak bisa dibalikan lagi ke kita, tapi yang penting negara tidak boleh dirugikan, jadi sampai sekarang bangunannya agak terbengkalai, kemungkinan untuk kelanjutannya nanti akan menggunakan dana DAU,” terang Jarot.

Kemudian juga, Jarot menjelaskan, bahwa Kabupaten Sintang menjadi kabupaten pertama yang berani melakukan lelang 2 paket pada 14 Januari 2019 lalu. Namun selanjutnya agak sedikit macet. Karena ada perubahan versi, jadi perubahan versi itu menyebabkan pengelola proyek pembangun harus dilatih juga. Selain itu karena adanya proses pelaksanaan pilpres kemarin.

“Alhamdulillah seluruh dana DAK berhasil kita lelangkan, meskipun presentasi dari dana DAK kecil, mudah-mudahan bisa tertutup dengan realisasi kegiatan yang lain,” tutup Jarot.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Kalimantan Barat, Edih Mulyadi mengatakan, pemerintah pusat melalui Menteri Keuangan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang karena telah berhasil kembali meriah WTP ketujuh kalinnya. Namun demikian, kata Edih, WTP bukan akhir dan bukan sesuatu yang menjamin terlepas dari hal yang bersifat penyelewengan.

“WTP ini suatu pencapaian yang luar biasa, tentu prestasi ini harus dipertahankan di kemudian hari,” pungkas Edih. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda