Pemerintah Tiyuh Panaragan Mulai Berbenah

42

TUBABA-LAMPUNG, BERITAANDA – Pemerintah Tiyuh Panaragan Kecamatan Tulang Bawang Tengah (TBT) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai berbenah. Diawali dengan kegiatan gotong-royong Ahad bersih di sepanjang jalan poros utama tiyuh setempat, yang melibatkan aparatur dari tingkat RT, RK dan perangkat tiyuh lainnya yang dipandu langsung oleh kepalo tiyuh setempat.

Selain kegiatan Ahad bersih, Pemerintah Tiyuh Panaragan juga sedang berbenah di sektor pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan perwakilan perempuan PKK yang didampingi mahasiswa KKN Unila untuk mengembangkan tanaman obat keluarga (toga).

Kepala Tiyuh Panaragan Fajar Ahmad Efendi di lokasi kegiatan menjelaskan bahwa, kegiatan Ahad bersih tersebut dilakukan untuk antisipasi adanya hal-hal negatif, karena dikhawatirkan berdampak kurang baik akan keselamatan pengguna jalan.

“Inikan jalan poros atau jalan utama, dan sepanjang jalan ini kalau tidak dibersihkan dampaknya kurang baik akan keselamatan. Saat ini kita hanya bisa bersih-bersih, dengan harapan selain untuk memperindah tyuh disini, kita juga belajar memperkenalkan juga kepada masyarakat pentingnya gotong-royong, kebersamaan dalam pembangunan,” ujarnya lagi, Ahad [14/2].

Selain dari penguatan dalam bergotong-royong, kegiatan tersebut diharapkan mampu mendorong pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk berperan serta dalam pembangunan.

“Kami sebagai aparatur pemula akan berupaya memaksimalkan setiap pembangunan yang ada, tapi disini kita juga butuh dukungan dari berbagai instansi pemerintah, khususnya Perkimta, Perhubunga, serta Dinas PU,” tuturnya.

Menurut dia, hampir dari sepanjang jalan poros mulai dari Taman Tugu simpang tiga hingga jembatan Tiyuh Panaragan minim akan drainase yang dikhawatirkan berdampak kurang baik bagi pengguna jalan, bahkan untuk masyarakat setempat, sehingga dibutuhkan peran serta dari berbagai instansi terkait.

Terpisah, Fitria Fajar selaku Ketua PKK Tiyuh Panaragan didampingi ibu-ibu dan mahasiswa KKN  Unila menjelaskan, kegiatan pengembangan tanaman obat keluarga (toga) merupakan awal dari berbagai kegiatan yang sedang dimulai dari pemberdayaan.

“Inikan kita masih baru, mudah-mudahan ini bisa menjadi kegiatan yang bisa membawa dampak positif, minimal dengan adanya toga, khususnya ibu-ibu tiyuh, kita bisa lebih memanfaatkan lahan sempit seperti pekarangan rumah, minimal selain untuk tanaman obat, bisa bermanfaat mengurangi keperluan dapur,” pungkas dia. [Remi]

Bagaimana Menurut Anda