Pembangunan Jembatan Suramadu Tanpa Campur Tangan Pekerja China

75

Oleh: Suhendra Ratu Prawiranegara (Staf Khusus Menteri PU 2005-2009)

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Ada suatu peristiwa yang terjadi kisaran 15 tahun lalu. Saat itu Menteri PU Joko Kirmanto memimpin rapat pimpinan (rapim) yang dihadiri oleh seluruh Esselon 1 Departemen PU, membahas tentang kelanjutan pembangunan Jembatan Suramadu.

Seperti kita ketahui, bahwa Jembatan Suramadu yang memiliki panjang konstruksi 11 Km (include causeway) dibiayai oleh pinjaman, China Loan.

Sekjen Departemen PU saat itu, almarhum Dr. Roestam Sjarief, dan Dirjen Bina Marga melaporkan tentang keadaan krusial, terkait persyaratan macam-macam yang disyaratkan oleh pihak China sebagai lender.

Diantara syarat yang dikehendaki dan disyarakatkan adalah dengan adanya klausul menggunakan tenaga kerja China serta komponen impor material dari China. Tentunya syarat-syarat lain yang tidak bisa saya sebutkan secara rinci.

Kesimpulan rapim atas masalah tersebut diantaranya adalah sikap tegas yang dilakukan oleh Menteri PU dan jajaran adalah menolak jika pembangunan Jembatan Suramadu ini harus mengimpor tenaga kerja dari China. Jika masih terdapat komponen material yang bisa disediakan di dalam negeri, tidak perlu impor dari China.

“Kita dapat apa kalau semuanya harus didatangkan dari China?” begitulah kira-kira statemen dari pimpinan rapat, dan kesimpulan rapat harus dilakukan negosiasi ulang dengan pihak China atas persyaratan pinjaman tersebut.

Yang pada akhirnya, dari perjalanan pembangunan Jembatan Suramadu, persyaratan untuk menggunakan tenaga kerja China tidak terwujud. Lalu pemerintah melalui Departemen PU RI membuat pembagian kerja, job sharing, dengan membentuk konsorsium antara kontraktor China (CCC) dan kontraktor Indonesia (BUMN).

Merujuk pada peristiwa tersebut diatas, kiranya kita sebagai bangsa yang besar dapat menjaga marwah eksistensi sebagai bangsa yang mandiri dan berdaulat.

Kita Bisa, Asalkan Kita Mau. Selamat Hari Kebangkitan Nasional!

Bagaimana Menurut Anda