Pasien Suspek Covid-19 Meninggal Asal Lampung Dimakamkan di Sidimpuan

1987

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA РUntuk kali pertama sejak ditetapkan sebagai RSUD rujukan pasien suspek Covid-19, seorang pasien yang dirawat di RSUD Padangsidimpuan dikabarkan meninggal dunia. Pasien sebelumnya dirawat dan meninggal di ruang isolasi.

Informasi diperoleh, pasien meninggal dunia pada Kamis (30/7/2020) sekira pukul 08.00 Wib, dan dikubur dengan protokol penanganan Covid-19 di TPU khusus Kelurahan Silandit Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

“Pasien berinisial SP usia 47, warga Jalan Melati Barat, Kecamatan Metro Pusat, Kota Metro, Provinsi Lampung. Almarhum sebelumnya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arifin Ahmad Pekanbaru,” terang Plt. Dirut RSUD Sidimpuan Sopian Subri Lubis, Jumat (31/7/2020).

Dijelaskannya, SP dirawat di RS Arifin Ahmad Pekanbaru selama 12 hari. Oleh pihak medis RS tersebut, kemudian setelah dan satu hari dipindah ke ruang isolasi Covid-19. Tapi, pasien pulang atas permintaan sendiri (PAPS), dan dibawa oleh keluarganya ke Kota Padangsidimpuan.

“Pasien ditemani pihak keluarga tiba di RSUD Sidimpuan pada 25 Juli 2020 sekira pukul 15.30 Wib. Pasien dibawa dari Pekanbaru dengan menumpangi mobil ambulance berlogo salah satu lembaga swadaya masyarakat,” kata Sopian yang juga menjabat sebagai Kadis Kesehatan itu.

Sesampainya di RSUD Padangsidimpuan, paramedis pun melakukan skrining ulang dan jenis pemeriksaan lainnya. Pasien kemudian dirawat dan ditempatkan ruang isolasi dengan diagnosa suspek Covid-19. “Saat diterima pasien dalam kondisi stroke, sepsis, dan pneumonia,” jelasnya.

Sopian menambahkan, selain itu kondisi pasien SP juga mengalami penurunan kesadaran, sesak nafas, batuk, serta demam. Tidak pula ada penjelasan tentang riwayat perjalanan pasien, termasuk apakah dia pernah kontak langsung dengan pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Mengenai swab, diungkapkan Sopian kepada wartawan, sampel pertama telah diambil pada 26 Juli 2020. Untuk sampel lanjutan (kedua) tidak sempat diambil berhubung pasien mengalami pendaharan pada mulut dan hidung.

Lima hari menjalani perawatan secara intensif di RSUD Padangsidimpuan, pasien tidak mampu bertahan hingga akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (30/7/2020), dan dimakamkan di TPU khusus di Silandit.

Untuk proses pengkafanan dan pemakaman almarhum, sambung Sopian, pihaknya¬†berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. “Ini merupakan kasus pertama pasien suspek meninggal dan dikuburkan di TPU khusus Covid-19 di Sidimpuan,” tutupya. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda