Pasca Unjuk Rasa Sepekan Lalu, Pemkab OKI Hari Ini Rapat Mediasi dengan Warga Kedaton

465
Unjuk rasa warga Kedaton sepekan yang lalu di kantor Bupati OKI, Senin (15/7/2019).

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Pasca terjadinya unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga Kelurahan Kedaton Kecamatan Kayuagung, ramai-ramai mendatangi kantor Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) terkait masalah sengketa lahan dan wilayah perbatasan yang diklaim oleh sejumlah warga Kecamatan Pedamaran.

Senin (22/7/2019) sekira pukul 09.00 Wib, bertempat di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) III Setda Kabupaten OKI, dilaksanakan rapat tindaklanjut mediasi batas antar Kelurahan Kedaton Kecamatan Kota Kayuagung dengan Desa Cinta Jaya, Srinanti serta Sukadamai Kecamatan Pedamaran.

Rapat yang dihadiri sejumlah perwakilan warga Kelurahan Kedaton ini, dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten OKI Drs. H. Antonius Leonardo, M.Si didampingi Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Setda OKI, H. Hendri, SH, MM selaku notulen.

Kabag Pemerintahan Setda OKI H. Hendri, SH, MM saat dikonfirmasi menjelaskan, dalam rapat tadi, Abdul Kadir selaku tokoh masyarakat Kelurahan Kedaton meminta peta batas kelurahan mengikuti peta marga, dan menginginkan adanya peninjauan lapangan terhadap batas Kelurahan Kedaton.

“Sementara rekannya, Ismail Dali, yang juga tokoh masyarakat Kelurahan Kedaton menganggap, SK Bupati tahun 2012 tidak ditetapkan secara arif dan bijaksana serta transparan. Apa yang disampaikan mereka telah kita catat dalam notulen rapat,” ungkap Hendri.

Dalam rapat mediasi tadi, kata Hendri lagi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten OKI, Drs. H. Antonius Leonardo, M.Si meminta kepada Kelurahan Kedaton untuk memberikan data atau dokumen terkait batas Kelurahan Kedaton.

“Meski telah terkumpul beberapa dokumen batas versi Kelurahan Kedaton, yakni peta pesirah, dokumen kesepakatan Kelurahan Kedaton dengan Desa Lubuk Dalam serta dokumen kesepakatan Kelurahan Kedaton dan Desa Teloko,” kata Hendri.

Masih, kata Hendri, setelah ini akan diadakan pra rapat dan pengumpulan data dari pihak Kelurahan Kedaton Kecamatan Kota Kayuagung dan Desa Cinta Jaya Srinanti dan Sukadamai Kecamatan Pedamaran yang menjelaskan batas versi masing-masing.

“Untuk pihak Kelurahan Kedaton, pengumpulan data dijadwalkan dari tanggal 23 sampai dengan 29 Juli 2019, dan dokumen tersebut diserahkan ke Bagian Pemerintahan untuk diproses,” ujar Hendri.

Sedangkan untuk Desa Cinta Jaya, Srinanti dan Sukadamai Kecamatan Pedamaran, lanjut Hendri, pengumpulan data dijadwalkan 29 Juli 2019 atau sepekan setelah Kelurahan Kedaton mengumpulkan data.

Diwartakan sebelumnya, terkait masalah sengketa lahan dan wilayah perbatasan yang diklaim oleh sejumlah warga Kecamatan Pedamaran. Ratusan warga Kelurahan Kedaton Kecamatan Kayuagung, ramai-ramai masuk ke kantor Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) guna ingin meminta kepastian.

“Kami melakukan aksi demo, dengan tujuan meminta kembali lahan kami, yakni rakyat Kedaton yang telah dirampas,” ujar salah satu koordinator aksi, Ismail Dali, saat melakukan aksinya di depan kantor Bupati OKI, Senin (15/7/2019) lalu.

Lanjutnya, adapun tuntutan yang kami inginkan, desak kepada Pemkab OKI yakni, HGU PT. Rambang Argo, tapal batas Kelurahan Kedaton, menolak SK Bupati OKI tahun 2012 tentang wilayah Kedaton dan peta wilayah Marga Danau. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda