Pasca Jembatan Way Mesuji Ambruk, Pemerintah Sediakan Jembatan Darurat Khusus Kendaraan Pribadi

1098

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Pasca ambruknya jembatan Way Mesuji A di perbatasan Provinsi Lampung-Sumsel, melalui Balai Besar Lampung bersama pemerintah daerah dan masyarakat setempat mengupayakan membangun jembatan darurat. Namun, jembatan dengan konstruksi kayu gelam ini diperuntukkan hanya bagi kendaraan pribadi (mobil) dan roda dua (sepeda motor) saja.

Wakil Bupati OKI H.M. Djakfar Sodiq saat meninjau kerusakan jembatan Way Mesuji, Rabu (19/6/2019) mengatakan, jembatan darurat ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang telah berlangsung selama tiga hari terakhir.

“Mudah-mudahan bisa membantu pengendara yang melintas, namun yang bisa lewat khusus kendaraan pribadi,” ungkap Shodiq usai meresmikan pemakaian jembatan darurat Way Mesuji bersama Kapolres Mesuji Lampung AKBP. Edi Purnomo, Sekda OKI, Kapolsek Mesuji, Camat Mesuji, Danramil serta pejabat Pemkab OKI dan Pemkab Mesuji Lampung.

Untuk menghindari kemacetan, Shodiq juga menghimbau bagi pengendara yang melintas untuk tetap tertib lalulintas.

“Kepada pengendara kita himbau untuk sama – sama jaga ketertiban, jangan saling mendahului agar tidak kembali menimbulkan kemacetan,” tukasnya.

Kapolres Mesuji Lampung, AKBP. Edi Purnomo, didampingi Kapolsek Mesuji Polres OKI, Darmanson mengungkapkan, untuk menghindari gangguan keamanan, Polres Mesuji Lampung bersama Polres OKI gencar lakukan patroli bersama.

“Jangan sampai kondisi ini dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk lakukan tindak kejahatan jalanan,” ungkap Eddy. Untuk itu kepolisian, menurut dia, menyiagakan posko pengamanan tepat di jembatan

“Ada 20 personel kita siagakan, kita gencarkan patroli bersama serta himbau truk untuk lewat lintas tengah sesuai kesepakatan,” ungkapnya.

Sementara itu pengawas dari Balai Besar Lampung, Wahyu mengungkapkan, pihaknya sedang mengebut perbaikan jembatan yang ambruk pada Senin lalu. “Target pengerjaan dua pekan, kita upayakan cepat selesai,” tukasnya.

Untuk sementara ini, Wahyu menambahkan, jembatan darurat yang dibuat hanya mampu menampung beban maksimal 4 ton.

“Untuk kendaraan pribadi bisa lewat, untuk truk tetap melalui jalur lintas tengah,” ungkapnya. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda