OJK Kukuhkan Bunda Literasi Keuangan se-Lampung, Perkuat Edukasi Keuangan Hingga Tingkat Keluarga

4

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung mengukuhkan Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung serta Bunda Literasi Keuangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung sebagai langkah strategis dalam memperkuat gerakan literasi dan inklusi keuangan di seluruh wilayah Lampung.

Pengukuhan tersebut dilaksanakan pada puncak Festival Literasi yang digelar di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan yang legal, serta penguatan perlindungan konsumen dari berbagai bentuk aktivitas keuangan ilegal.

Bunda Literasi Keuangan diharapkan menjadi figur inspiratif sekaligus motor penggerak edukasi keuangan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Melalui peran tersebut, mereka diharapkan mampu mendorong peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan, membangun budaya menabung dan berinvestasi secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap investasi ilegal, pinjaman online ilegal, dan berbagai bentuk penipuan keuangan digital yang masih marak terjadi.

Dalam sambutan Kepala OJK Provinsi Lampung yang dibacakan Kepala Divisi Pengawasan Market Conduct, Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Kemitraan, serta Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Lampung, Ety Elyati, disampaikan bahwa pengukuhan Bunda Literasi Keuangan merupakan amanah mulia dalam mendukung Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN).

“Ibu-ibu adalah agent of change, sosok penggerak yang akan merangkul para perempuan, ibu rumah tangga, dan pelaku UMKM agar semakin cerdas dan cermat dalam mengelola keuangan. Peningkatan literasi keuangan merupakan fondasi penting untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan tangguh secara ekonomi,” ujarnya.

Menurutnya, literasi keuangan bukan hanya tentang memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga membentuk perilaku keuangan yang bijaksana.

“Kehadiran Bunda Literasi Keuangan di setiap kabupaten dan kota diharapkan menjadi penggerak edukasi yang mampu menjangkau masyarakat hingga tingkat keluarga dan komunitas,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi atas sinergi antara OJK, pemerintah daerah, Tim Penggerak PKK, lembaga jasa keuangan, dunia pendidikan, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung GENCARKAN dan program peningkatan literasi keuangan di Provinsi Lampung.

Dalam sambutannya, Jihan Nurlela mendorong seluruh Bunda Literasi Keuangan untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai penggerak budaya literasi dan edukasi, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, desa, taman bacaan, hingga komunitas.

“Sebab, sesungguhnya budaya membaca tidak lahir dari ruang-ruang besar, tetapi tumbuh dari rumah, dari pelukan seorang ibu yang membacakan cerita kepada anaknya, dari guru yang menghidupkan rasa ingin tahu muridnya, dan dari masyarakat yang saling mengajak untuk terus belajar,” katanya.

Adapun Bunda Literasi Keuangan yang dikukuhkan dalam kegiatan ini yakni Purnama Wulan Sari Mirza sebagai Bunda Literasi Keuangan Provinsi Lampung, Eva Dwiana sebagai Bunda Literasi Keuangan Kota Bandar Lampung, Hj. Elfianah SE sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Mesuji; Herlinawati Qudrotul SH sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Tulang Bawang, Partinia S.Pd MM sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Barat, Zita Anjani S.Sos M.Sc sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Selatan, Ayu Asalasiyah S.Ked sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Way Kanan, drg. Meri Farida Hamartoni sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Utara, Dian Hardiyanti S.ST MM sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Pesisir Barat, Rahayu Sri Astutik sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Pringsewu, Ni Ketut Dewi Nadi ST sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Tengah, Eni Sumiati Bambang SIP sebagai Bunda Literasi Keuangan Kota Metro, Dra. Hj. Siti Mahmudah M.Pd sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Tanggamus, Aria Sandi SE MM sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Pesawaran, Hj. Huzaimah Azwar Hadi SE sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Lampung Timur, serta Novianti Novriawan sebagai Bunda Literasi Keuangan Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, OJK Provinsi Lampung juga memberikan pembekalan literasi keuangan kepada para Bunda Literasi Keuangan, menggelar talkshow edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, membuka layanan bagi konsumen dan masyarakat, menyediakan layanan permintaan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), serta meresmikan Pojok Literasi Keuangan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi terkait literasi keuangan.

Melalui pengukuhan ini, Bunda Literasi Keuangan tingkat provinsi maupun kabupaten/kota diharapkan mampu menginisiasi berbagai program edukasi yang menyasar perempuan, pelaku UMKM, pelajar, mahasiswa, pekerja, petani, nelayan, penyandang disabilitas, lansia, serta kelompok masyarakat prioritas lainnya sehingga manfaat literasi keuangan dapat dirasakan secara lebih luas dan merata.

OJK bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sebagai upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mewujudkan masyarakat Lampung yang semakin cerdas, tangguh, dan terlindungi dalam menggunakan produk dan layanan jasa keuangan. (*)

Bagaimana Menurut Anda