OJK Dorong Literasi Keuangan Pelajar Lewat Program KEJAR di Lampung Selatan

10

LAMPUNG SELATAN, BERITAANDA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan para pemangku kepentingan meluncurkan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) di SDN 3 Way Urang, Kecamatan Kalianda. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, Selasa (14/4/2026).

Program KEJAR menjadi langkah strategis untuk menanamkan budaya menabung sejak dini, meningkatkan pemahaman keuangan, serta mendorong kepemilikan rekening di kalangan pelajar. Upaya ini diharapkan mampu membentuk generasi yang cerdas dan mandiri secara finansial.

Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Lampung Selatan, Mahat Santosa menyampaikan, bahwa program ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pelajar dalam mengelola keuangan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan sektor perbankan.

Sementara itu, Plt. Kepala Biro Perekonomian Provinsi Lampung, Asrul Tristianto mengungkapkan, bahwa berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dilakukan OJK bersama BPS, indeks inklusi keuangan nasional mencapai 80,51 persen, sedangkan literasi keuangan berada di angka 66,46 persen.

Sejalan dengan capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan peningkatan inklusi keuangan hingga 85 persen dalam jangka menengah dan mencapai 97 persen pada 2045. Program KEJAR menjadi salah satu langkah konkret untuk memperluas akses keuangan sekaligus membangun budaya menabung, dengan target partisipasi sekitar 14.000 pelajar.

Kepala OJK Provinsi Lampung, Otto Fitriandy, melalui Asisten Direktur Imam Gozali menegaskan, bahwa program KEJAR tidak hanya mendorong kepemilikan rekening, tetapi juga membentuk kedisiplinan finansial sejak usia dini.

Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar menambahkan, bahwa investasi terbaik tidak hanya pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia, termasuk karakter dan kecerdasan finansial.

“Melalui sinergi antara pemerintah daerah, OJK, dan industri jasa keuangan, program ini diharapkan mampu mempercepat akses keuangan serta melahirkan generasi muda yang cerdas finansial, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan,” ujarnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda