BMKG Waspadai Dampak Godzilla El Niño pada Kemarau, Polda Lampung Imbau Masyarakat Siaga

18

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi musim kemarau 2026 yang diprakirakan datang lebih awal, berlangsung lebih panjang, serta cenderung lebih kering di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Provinsi Lampung.

Menindaklanjuti hal tersebut, Polda Lampung melalui Bidang Hubungan Masyarakat mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

Fenomena yang dikenal dengan istilah ‘Godzilla El Niño’ merupakan sebutan populer untuk menggambarkan El Niño dengan intensitas sangat kuat. Meski bukan istilah ilmiah resmi, istilah ini digunakan untuk menjelaskan potensi penguatan El Niño yang dapat memengaruhi pola cuaca global, termasuk di Indonesia.

Mengutip laman resmi BMKG, musim kemarau 2026 berpotensi menimbulkan berbagai dampak, antara lain berkurangnya ketersediaan air bersih, terganggunya sektor pertanian, meningkatnya risiko gangguan kesehatan akibat cuaca panas, hingga ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Provinsi Lampung menjadi salah satu wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi kekeringan dan kebakaran lahan selama periode kemarau.

Selain berdampak pada sektor lingkungan dan ekonomi, kondisi cuaca ekstrem juga berpotensi memicu gangguan kamtibmas apabila tidak diantisipasi dengan baik. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam upaya pencegahan dini.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun menegaskan, bahwa kesiapsiagaan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau 2026.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuka lahan dengan cara dibakar, membuang puntung rokok sembarangan di area kering, maupun meninggalkan sumber api tanpa pengawasan di kawasan hutan, perkebunan, dan lahan terbuka.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat Provinsi Lampung untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di tengah potensi kemarau yang lebih kering. Hindari segala bentuk kelalaian yang dapat memicu kebakaran, serta segera laporkan apabila ditemukan titik api atau potensi gangguan keamanan,” ujar Yuni, Selasa (14/4/2026).

Ia menambahkan, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, TNI, BPBD, instansi terkait, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi kerawanan selama musim kemarau.

“Upaya pencegahan dan mitigasi harus dilakukan secara bersama agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan,” lanjutnya.

Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam langkah pencegahan dan penanganan potensi kerawanan akibat musim kemarau. Masyarakat juga diimbau untuk bijak menggunakan air bersih, menjaga kesehatan selama cuaca panas, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG, pemerintah daerah, dan aparat setempat.

Langkah antisipatif sejak dini diharapkan mampu menekan risiko serta mencegah dampak yang lebih luas. Informasi terkini BMKG juga dapat diakses melalui kanal WhatsApp resmi yang telah disediakan. (Katharina)

Bagaimana Menurut Anda