Niat Tanam Jeruk dan Padi, 2 Pembakar Lahan Diamankan Polisi

301

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Satreskrim Polres OKI kembali berhasil membekuk 2 pelaku pembakaran lahan didua lokasi dan waktu berbeda, Kamis (21/9/2023) kemarin.

Keduanya yakni Sutikno (41) asal Dusun IV Desa Sukapulih Kecamatan Pedamaran dan Supratman  (48) dari RT 001 Desa Ulak Jermun Kecamatan SP Padang, yang memang sengaja membakar untuk membuka lahan padi dan tanaman jeruk.

Sutikno dan Supratman mengakui perbuatannya, karena ingin memanfaatkan lahan tersebut untuk bertanam padi dan jeruk.

“Kami tahu kalau membakar lahan dilarang, dan tidak tahu jika akhirnya masuk penjara,” beber mereka, Jumat (22/9/2023).

Kasat Reskrim Polres OKI AKP Jatrat Tunggal didampingi Kanit Pidsus IPTU Wahyudi SH MH mengatakan, pelaku Supratman sengaja melakukan pembakaran lahan hari pada Selasa (19/9/2023) pukul 00.00 WIB.

“Dia membakar lahannya sendiri, dan terbakar seluas satu hektare,” terangnya.

Caranya ia menghidupkan api menggunakan korek, lalu disulutkan pada obor. Setelah obor dari bambu menyala, ia mengelilingi lahan sebanyak 15 kali sambil menyalakan api.

Dikarenakan ada angin, api semakin membesar. Kemudian ia berusaha melakukan pemadaman dengan usahanya sendiri, tapi tak berhasil. Tak lama datang anggota Polsek. Lalu pelaku meletakkan obor dan bersembunyi di sekitar lahan karena takut.

“Setelah api padam, barulah pelaku keluar dan menemui anggota hingga dibawa ke Polsek Pampangan untuk dimintai keterangan,” jelas dia.

Sementara untuk pelaku Sutikno kejadiannya pada Senin (11/9/2023) pukul 11.30 WIB diareal sawah miliknya. Sebelumnya, dia melakukan penyemprotan diareal lahan saja dengan pompa yang berisi racun.

Lalu setelah rumput layu dan mati, serta benar-benar kering, ia membakar dengan menyalakan korek api yang dimulai dari tengah lahan. Setelah rumput terbakar, ia meninggalkan api dan pulang ke rumahnya.

Sekitar pukul 11.30 WIB, ada Tasino datang ke rumah pelaku mengatakan kalau lahannya sudah terbakar dan api semakin membesar. Pelaku panik dan meminta bantuan pada Fatimah untuk memanggil Herman dan Edi Aryanto memadamkan api.

“Keduanya membantu pemadaman, dan pelaku sudah menyiapkan empat ember air dan satu pompa jinjing elektrik. Api berhasil diamankan sekitar satu jam. Setelah itu sekitar 30 menit, anggota Polres datang ke rumahnya dan menanyakan perihal kebakaran tersebut. Pelaku mengakuinya kalau lahan itu ia bakar,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda