Minta Klarifikasi Pemberitaan, Pelaksana Proyek Jembatan Sungai Kapit Tanya ‘Sudah Hantam Proyek Dimana Saja’

353
Jembatan Sungai Kapit yang dikerjakan CV.Karya Mandiri. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Terkait temuan plang proyek fisik pengerjaan Jembatan Sungai Kapit RT 05/RW 02 Desa Mungguk Sekadau Hilir. Pelaksana pekerjaan tersebut memberikan klarifikasi.

“Kami yang kerja, kenapa tidak konfirmasi dahulu sebelum memberitakannya, malu lah kami,” aku Aci, pelaksana pekerjaan itu.

Aci juga meminta agar BERITAANDA mengklarifikasi pemberitaan sebelumnya melalui hak jawabnya sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999.

“Klarifikasi saja, kan masalahnya tidak besar juga,” pinta dia, Sabtu (19/10/2019) siang, di toko tempat usahanya.

Aci mengaku, lupa mencantumkan nama CV konsultan pengawasan pekerjaan itu. Dan sesuai pernyataan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam pemberitaan sebelumnya, pihak pelaksana pekerjaan menyatakan kesanggupan memenuhi instruksi dinas.

“Nanti kami cantumkan nama CV pengawasnya,” janji dia.

Meski demikian, Aci sempat mengeluarkan kata – kata menanyakan BERITAANDA sudah cek perkerjaan proyek pemerintah daerah dimana saja, dan menghantam proyek mana saja. Untungnya stetmen tersebut tidak ditanggapi serius oleh BERITAANDA.

Selain itu, ia juga sempat menanyakan domisili wartawan BERITAANDA di Kabupaten Sekadau.

Di akhir pecakapan, Aci memberikan sejumlah uang kepada BERITAANDA saat bersalaman. Namun pemberian tersebut ditolak.

Oleh karena terus menerus dipaksa, uang itu akhirnya diambil untuk disimpan sementara. Sore harinya,  uang tersebut dikembalikan melalui rekan media lainnya.

Sebelumnya, media ini pada Jumat (18/10/2019) kemarin membuat pemberitaan temuan papan plang proyek fisik yang dikerjakan CV.Karya Mandiri dengan pagu dana sebesar Rp760.716.000 dengan masa kontrak 95 hari kerja, sebagai program dari pembangunan di Dinas PUPR Kabupaten Sekadau. Namun pada kolom konsultan pengawas kosong, atau tidak ditulis pihak pengawas.

Pemberitaan tersebut langsung diklarifikasi oleh Uraby selaku Sekretaris Dinas PUPR yang menyatakan bahwa hal tersebut menunjukkan kurang lengkapnya informasi pelaksanaan pekerjaan kepada masyarakat.

Dinas PUPR pun berjanji akan menegur pihak pelaksana pekerjaan untuk menambahkan atau memasukan nama CV pengawas di dalam plang transparansi pelaksanaan pembangunan itu. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda