Menteri Koperasi dan UKM Apresiasi Semangat Profesional CUKK Sekadau

35
Menteri Koperasi dan UKM saat meninjau swalayan K52 Mart milik CUKK Sekadau. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Menteri Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, menghadiri rapat akhir tahun (RAT) Credit Union (CU) Keling Kumang (KK) tahun buku 2020, Sabtu (27/3). Kegiatan dihadiri sejumlah unsur Forkompinda di kantor utama CUKK Tapang Sambas, Sekadau.

Sebelumnya, Teten didampingi Forkompinda Sekadau meninjau gedung center UMKM Sekadau. Disini, Teten didaulat meresmikan operasional gedung yang belum lama rampung di bangun dengan membubuhkan tanda tangan di atas batu prasasti.

Sedangkan dalam pembukaan RAT CUKK, kedatangan Teten disambut dengan meriah oleh panitia serta anggota CUKK.

Plh Bupati Sekadau Frans Zeno menyatakan, selaku pembina koperasi memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pengurus, pengawas, manajemen dan seluruh anggota kopdit CU Keling Kumang.

“Atas terselenggaranya RAT pada hari ini, berarti bahwa pengurus dan pengawas sudah menunjukkan kinerja yang baik, karena sudah mampu menjalankan amanat yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang perkoperasian, dimana koperasi wajib melaksanakan rapat anggota minimal 1 tahun sekali,” papar Zeno.

Dikatakan Zeno, Koperasi Kredit CU Keling Kumang adalah salah satu koperasi kredit yang telah memberikan andil yang signifikan terhadap pemberdayaan ekonomi rakyat, pariwisata daerah, pertanian dan dunia pendidikan di Kabupaten Sekadau.

“Kopdit CU Keling Kumang yang merupakan badan usaha berdasarkan atas asas kekeluargaan, telah memberikan manfaat dan menciptakan kesejahteraan bagi anggota khususnya, dan masyarakat Kabupaten Sekadau pada umumnya,” tambah Zeno.

Sementara itu, Menteri Perdagangan, Koperasi dan UKM, Teten Masduki menyampaikan pointer-pointer. Dimana ia mengatakan dampak pandemi Covid-19 pada koperasi. Berdasarkan hasil survei Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2020 menyasar pada tiga kelompok usaha.

“Koperasi Simpan Pinjam 41 persen, Koperasi Konsumen 40 persen dan Koperasi Produsen 10 persen,” kata Teten.

Ia menyebutkan permasalahan utama yang dihadapi koperasi yakni, permodalan sebesar 47 persen, penjualan menurun sebesar 35 persen dan produksi terhambat 8 persen.

Teten menjelaskan, bahwa pandemi Covid-19 mengubah transformasi KUMKM ke arah ekonomi digital. KUMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital akan memiliki beberapa hal, antara lain daya tahan yang lebih baik, organisasi yang modern/koperasi modern dengan kriteria dan pilar.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini mengapresiasi semangat KSP CUKK yang dinilai profesional. Kualitas layanan anggota yang diupayakan melalui inovasi-inovasi layanan, seperti transaksi online melalui aplikasi Keling Kumang Mobile (KKM), pendaftaran anggota online, pengajuan kredit online, pra RAT online, pendidikan anggota online (webinar), mobil pelayanan keliling dan ATM tanpa kartu/cardlessm.

“Saya mendorong KSP CU Keling Kumang untuk terus menginternalisasi perkembangan teknologi dan informasi untuk menghadirkan layanan yang semakin optimal dan bermanfaat,” papar Teten.

Pasca menghadiri RAT CUKK, Teten Masduki dan rombongan meninjau swalayan K52 Mart, Institut Teknologi dan SMK Keling Kumang di Jl.Merdeka Selatan, sebelum kembali ke Jakarta sore harinya. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda