Mengaku Pegawai PLN, Johan Tega Tipu Warga Desa Sidomulyo

763

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Mengaku pegawai PLN dan menipu salah satu warga Desa Sidomulyo Kecamatan Sungai Menang Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dengan modus tawarkan pemasangan KWH meteran listrik hasil curiannya. Johan Efendi (53), warga Desa Pulau Geronggang Kecamatan Pedamaran Timur OKI, ditangkap polisi.

Sementara pelaku lainnya berinisial HY (35), warga Desa Pedamaran 3, Kecamatan Pedamaran OKI, masih DPO.

Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra melalui Paur Subbag Humas Polres OKI IPDA M. Nizar, Kamis (20/6/2019) mengatakan, untuk pencurian KWH meteran listrik yang dilakukan tersangka, terjadi Senin (27/5/2019) silam.

“Sekira pukul 17.00 Wib, korban Jumli (37) asal Desa Pulau Geronggang baru pulang ke rumahnya. Ketika menghidupkan listrik ternyata tidak menyala, sehingga mengecek. Namun betapa terkejutnya, meteran listrik di rumahnya telah hilang dicuri,” ungkap dia.

Pada saat itu korban tidak mengetahui siapa pencurinya. Namun setelah dilakukan penyelidikan, Senin (18/6/2019), Kapolsek Pedamaran Timur IPDA Panca Mega Surya mendapat informasi bahwa pelakunya Johan Efendi.

“Kala itu sekira pukul 17.30 Wib, pelaku diketahui sedang mengendarai sepeda motor melintas di jalan poros SP 2 Gading Raja Pedamaran Timur. Kemudian Kapolsek bersama anggota melakukan pengejaran,” tandas dia menceritakan.

Setelah berhasil dikejar dan ditangkap, lanjut dia, pelaku Johan dibawa ke kantor Polsek Pedamaran Timur untuk dilakukan pemeriksaan berikut barang bukti 1 buah KWH meteran listrik dan 1 unit sepeda motor Yamaha Jupiter z warna hitam tanpa nopol.

Sementara itu, Kapolsek Pedamaran Timur IPDA Panca Mega Surya menjelaskan, setelah berhasil mencuri KWH meteran listrik milik korban Jumli (37). Barang curian tersebut oleh tersangka Johan ditawarkan ke Desa Sidomulyo Sungai Menang.

“Di Desa Sidomulyo, dengan mengaku dari PLN, tersangka Johan menanyai warga apakah ada yang mau memasang listrik. Dan ternyata ada salah satu warga di desa tersebut yang sedang membutuhkan, karena rumahnya belum ada meteran listrik,” ujar dia.

Demi ada meteran, warga ini rela tak beli baju lebaran untuk keluarganya. Masih kata dia, lalu membayar biaya pasang meteran kepada tersangka Johan sebesar Rp1,1 juta. Dan dipasangkan tersangka Johan meteran listrik milik korban Jumli yang dicurinya.

“Ironisnya, setelah terpasang di rumah warga tersebut, meteran listrik itu ternyata sudah diblokir oleh PLN hingga tak berfungsi, sehingga dikeluhkan warga yang menjadi korban akal bulus tersangka Johan,” ungkap dia menjelaskan.

Mendapat informasi adanya salah satu warga yang mengeluhkan bahwa meteran listriknya tak berfungsi, kata dia lagi, langsung kita lakukan penyelidikan serta memeriksa nomor seri meteran terpasang di rumah warga dimaksud dan ternyata cocok dengan meteran yang hilang.

“Karena warga itu merupakan orang baik – baik (masih lugu -red) dan telah menjadi korban penipuan, bukan beli hanya bayar biasa pasang saja. Selain tersangka Johan, KWH meteran listriknya saja yang kita amankan sebagai barang bukti,” pungkas dia. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda