Maras Taun Desa Tanjung Kelumpang, Adat Budaya Masyarakat Belitong

634

BELTIM-BABEL, BERITAANDA – Maras Taun demikianlah sebuah nama untuk momentum satu tahunan sekali yang dilaksanakan oleh masyarakat Pulau Belitong, khususnya Desa Tanjung Kelumpang Kecamatan Simpang Pesak Kabupaten BelitungTimur (Beltim) Provinsi Babel.

Momentun satu tahunan ini dilaksanakan guna mengucapkan rasa syukur atas rezeki dari Allah yang diperoleh dari alam sekitarnya, dan juga merupakan ajang silaturahmi masyarakat untuk bersama berkumpul bergembira, dari yang tua sampai muda.

Candra selaku Kepala Desa Tanjung Kelumpang Kecamatan Simpang Pesak Beltim mengatakan, momentum tahunan ini merupakan adat budaya yang sudah diselenggarakan oleh para leluhurnya sejak ratusan tahun yang lalu.

“Maras Taun ini merupakan adat budaya kita sudah sejak ratusan tahun yang lalu dilakukan oleh para leluhur kami. Dimana pada awalnya Maras Taun dilakukan untuk mengucapkan rasa syukur atas keberhasilan memanen padi ume (ladang). Sebagai ucap syukur, maka masyarakat satu kampung berkumpul bersama di rumah tetua adat duduk bersama dengan cara ritual membakar menyan dan membaca doa sebagai tanda syukur masyarakat satu kampung,” jelas Candra, Ahad (15/9/2019).

Lebih lanjut Candra mengatakan, Maras Taun untuk tahun ini ada perbedaan dari tahun sebelumnya. Dimana untuk tahun ini pelaksanaannya selama satu pekan, serta melibatkan berbagai kesenian dan budaya asli daerah setempat hingga melibatkan dari luar daerah.

“Untuk tahun ini kita melakukan Maras Taun ada perbedaan, dimana melibatkan banyak seni budaya yang kita tampilkan. Ada seni budaya asli daerah kita sendiri, dan juga melibatkan pagelaran kuda lumping, seni budaya dari Jawa,” ujar Candra.

Candra menambahkan, terselenggaranya Maras Taun ini tak luput atas dukungan dari berbagai pihak, terutama dari para donatur. (Helmi)

Bagaimana Menurut Anda