Maper ke-23 GMKI Kota Gunungsitoli Berjalan Sukses

299

GUNUNGSITOLI-SUMUT, BERITAANDA – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Gunungsitoli melaksanakan masa perkenalan dan persekutuan (maper) ke-23 berjalan sukses.

Maper yang yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 14 sampai 16 Oktober 2019, di hari pertama digelar di Gereja HKBP Gunungsitoli dan hari kedua dan ketiga dilaksanakan di Gereja GNKP-Indonesia.

Pada kegiatan maper ini dipenuhi dengan materi pertemuan studi yang disampaikan oleh senior-senior GMKI, yakni Sumangeli Mendrofa (pengurus JADI), Pdt. Budieli Hia, MTh (MPH PGI), Ninjar Zega dan Pluto Zega (Pemuda Nias Utara), juga Odaligo Halawa MM (dosen STIE), serta BPC GMKI Gunungsitoli 2019-2021 di bawah pimpinan Sepriman Zai dan Vikaris Harefa.

Menariknya kali ini, materi rapat bisnis pada maper yang dilengkapi dengan beberapa tema, yakni tema kewirausahaan oleh Kadisperindagkop Yurisman Telaumbanua, M.Dev dan Ketua STIE Pembnas Nias Fatolosa Hulu, MM.

Selanjutnya, membuka tema kepemimpinan Kristen yang disampaikan oleh Pdt. Yamamoni Laoli, MM (Kakandepag Nias Utara), tema tentang narkotika oleh BNN, tema tentang membangun plaralisme disampaikan oleh tokoh muda Islam di Kota Gunungsitoli melalui Karsani Aulia Polem (Ketua GP Ansor) dan Jazriman Caniago (Ketua GP Alwasliyah), serta tema bermanfaat disampaikan oleh Kariaman Zebua (Ketua KNPI Gunungsitoli) dan Agust Zega (Ketua DPD MUKI Kota Gunungsitoli).

“Tema-tema pertemuan bisnis ini sengaja dipilih oleh panitia untuk mencantumkan pengetahuan mahasiswa-mahasiswi Kristen yang akan bergabung di GMKI Gunungsitoli,” ujar ketua panitia Priadapta Lase dari Komisariat STIE.

Terangnya lagi, dari 97 pelajar yang mendaftar dan mengikuti kegiatan maper sampai hari terakhir di sesi dewan pertimbangan, hanya dapat meluluskan 37 orang kategori lulus murni dan 13 orang lulus bersyarat yang akan mendapatkan pendampingan dari komisariat.

Beberapa nama peserta yang selama ini dikenal sebagai aktivis- aktivis kampus dan cukup dikenal luas di kalangan pemuda tampaknya tidak lulus dalam maper ini.

“Semua pakai aturan, harus ikut 60% pertemuan belajar dan barangkali bukan saat yang tepat untuk mereka,” ujar Sepriman Zai selaku Ketua GMKI. (Ganda)

Bagaimana Menurut Anda