Mahasiswa dari Berbagai Universitas Antusias Ikuti Seminar UMKM PWI Lampung

202

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Hampir ratusan mahasiswa terlihat antusias menyerap ilmu dari pemaparan empat narasumber yang cerdas dan kompeten di bidangnya, dalam seminar UMKM PWI Lampung di Graha PTPN VII, Selasa (19/11/2019).

Adapun keempat narasumber itu antara lain Kadis Perindustrian Lampung Dra. Bayana, Plt Kadis Koperasi Lampung Agus Nompitu, pihak Bank BRI Agus, dan Kadin Lampung Yuria Putra. Para narasumber itu terlihat akrab dan hangat menjawab pertanyaan demi pertanyaan peserta diskusi.

Dalam pertanyaan demi pertanyaan terungkap banyaknya mahasiswa yang juga bertindak sebagai pelaku usaha mikro. Bahkan mereka sempat bertanya soal kiat-kiat usaha dan pemasaran usahanya.

Seperti pertanyaan dari seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung (UIN-RIL), Muhammad Saferi. Ia bertanya terkait kiat-kiat untuk terus memupuk semangat jiwa pengusaha dan enterpreneur yang sempat jatuh di tingkat terendah, sehingga harus memulai usahanya dari awal.

Pada kesempatan itu, pertanyaan Saferi langsung dijawab oleh Kadinda Lampung Yuria Putra yang menyebut bahwa, jatuh bagun usaha tidaklah masalah. Tapi risaulah apabila kita tidak konsisten untuk terus berusaha.

“Ada sebab akibat seseorang mengalami pailit, tetapi perlu diketahui juga ada contoh maju bila kita bangkit dan berkaca pada pengusaha sukses, mereka juga jatuh bagun sehingga menjadi sukses,” ujar Yuria Putra, menjawab pertanyaan mahasiswa dengan penuh semangat.

Menambahkan Yuria, Dra. Bayana juga menjawab bahwa usaha kecil menengah ini akan memberikan harapan lebih baik, tentunya bila ditekuni dengan serius tanpa patah semangat dan terus bangkit menuju sukses.

“Perlu diketahui bahwa tidak hanya dari pegawai saja bisa menjadi sukses, tapi menjadi pengusaha juga merupakan jalan terbaik menuju kesuksesan,” tambah dia.

Sementara itu, hal lain juga ditanyakan oleh mahasiswa jurusan Teknik Universitas Lampung, yakni Sarah. Ia bertanya bagaimana peran gugus kendali mutu, sudah adakah standarisasinya agar setiap produksi usaha dapat lebih berkembang lagi dan diterima di pasaran.

Dra. Bayana menjawab, setiap konsumen akan lebih memilih setiap produk, baik standar barang, standar kemasan maupun cita rasa dan warna, sehingga ada jaminan agar benar-benar melindungi mereka untuk menjaga kesehatannya.

“Oleh sebab itu, perlu diterapkan beberapa jaminan mutu, baik dari BPOM maupun MUI. Semua berjalan baik bila produk memenuhi prasyarat akan masuk, tapi bila tidak ya gagal dengan sendirinya. Bagaimana caranya?, ya memperbaiki produksi,” demikian kata Bayana.

Selain dua pertanyaan tersebut, ada beberapa pertanyaan lain baik dari pelaku usaha maupun lainnya, namun secara keseluruhan diketahui bahwa para pihak sangat senang dengan adanya seminar PWI Lampung.

“Saya senang sekali dengan seminar ini, karena bisa kenal-kenalan dengan para panelis dan penggiat UMKM, serta pihak pemerintah. Jadi kita termotivasi, kita senang dan tinggal kita eksekusi di lapangan ini ilmunya. Harapanya agar kita dirangkulah, agar ada peluang bagi kami kaum mahasiswa,” kata mahasiswa Pertanian Unila, Nabila. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda