Lampung Tengah Butuh Pemimpin Ampera

102

Oleh: Lamen Hendra Saputra

BERITAANDA – Seperti kita ketahui bersama, di Provinsi Lampung yang sangat kita cintai ini pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah serentak di 8 kabupaten / kota, yaitu Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pesisir Barat, Kabupaten Waykanan, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Lampung Tengah.

Namun dari 8 kabupaten / kota yang hari ini melaksanakan pesta demokrasi, saya tertarik untuk lebih dulu membahas pemilihan kepala daerah di Kabupaten Lampung Tengah. Banyak hal yang menarik untuk kita cermati dari proses politik yang ada di Kabupaten Lampung Tengah.

Kabupaten Lampung Tengah yang pada saat zaman penjajahan Belanda disebut Onder Afdeling Sukadana, kemudian berubah menjadi Bun Shu Metro di era pendudukan Jepang ini merupakan kabupaten yang memiliki sejarah panjang dan memiliki daya tarik ekonomi politik tersendiri, dengan memiliki bentangan daratan yang sangat luas, sehingga menjadikan wilayah ini sangat strategis untuk pengembangan industri di bidang pertanian, perkebunan dan peternakan. Sebut saja sampai saat ini menurut survei BPS tahun 2014 ada sekitar 697 perusahaan yang tersebar di 28 kecamatan, dengan total 32.930 tenaga kerja.

Hal tersebut semakin memperkuat bahwa minat investor untuk menanamkan modal mereka di kabupaten ini cukup tinggi, dibandingkan dengan beberapa kabupaten lain yang ada di Provinsi Lampung.

Tak heran jika kemudian pertarungan politik pemilihan kepala daerahnya pun akan lebih sengit, sehingga menarik untuk kita ikuti.

Hari ini seperti kita ketahui, walaupun pembukaan pendaftaran pasangan calon secara resmi baru akan dibuka oleh KPU pada tanggal 4-6 September 2020 mendatang, akan tetapi dari beberapa calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang muncul, sepertinya sudah mengkerucut menjadi tiga pasang calon yang akan menjadi kompetitor.

Pasangan yang pertama adalah Musa Ahmad-Ardito Wijaya yang didukung oleh PKB 6 kursi, Demokrat 5 kursi dan PAN 1 kursi total 12 kursi. Selanjutnya pasangan yang kedua adalah Loekman Djoyosoemarto-Ilyas Hayani Muda yang di dukung oleh PDIP 11 kursi. Kemudian yang ketiga adalah Nessy Kalvia Mustafa sampai saat ini tanggal 2 Agustus 2020 belum diketahui akan berpasangan dengan siapa. Akan tetapi jumlah partai pengusungnya sudah mencukupi. Ia didukung oleh Partai Nasdem 6 kursi dan PKS jadi total 11 kursi, sedangkan Partai Golkar 9 kursi dan Gerindra 6 kursi belum mengelurkan rekom.

Jadi hampir dapat dipastikan pada pilkada serentak 9 Desember 2020 mendatang di Kabupaten Lampung Tengah akan diramaikan oleh 3 pasang calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Akan tetapi yang harus kita pahami bersama-sama adalah, dalam sebuah kompetisi politik pasti akan memunculkan satu pemenang, tapi apakah kemenangan itu menjadi hal yang paling pokok bagi para kompetitor, dan masyarakat Lampung Tengah pada umumnya.

Saya pikir tidak, karena hal yang paling pokok yang harus di hasilkan dari sistem demokrasi pilkada melalui mekanisme pemilihan langsung saat ini ialah, lahirnya seorang pemimpin yang benar-benar ingin mengabdikan jiwa dan raga nya untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu di Kabupaten Lampung Tengah ini butuh pemimpin AMPERA (Amanah, Peduli dengan Persoalan rakyat, dan Adil sejak dalam pikiran).

Karena pemimpin yang amanah akan selalu ingat bahwa jabatan kepala daerah itu hanya sementara dan pasti akan berlalu, sehingga tidak akan pernah terpikir untuk khianat kepada rakyat, kemudian seorang pemimpin yang perduli dengan persoalan rakyatnya, dia tidak akan pernah menciptakan batas-batas antara pemimpin dengan rakyatnya, dan senantiasa memposisikan rakyatnya seperti rekan dengan mendengarkan keluh-kesah mereka lalu mencarikan jalan keluarnya, sehingga terciptanya harmonisasi interaksi sosial yang positif dan saling mendukung demi kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat yang dipimpinnya. (*)

Bagaimana Menurut Anda