Kepala BPS: Pengangguran Terbuka Sidimpuan Termasuk Terendah di Sumut

753

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padangsidimpuan, Hafsyah Aprilia menyebut, keadaan ketenagakerjaan tahun 2019 di kota setempat menunjukkan adanya peningkatan jumlah angkatan kerja.

“Yakni sebesar 112.237 orang atau meningkat 2.764 dibandingkan angkatan kerja di tahun 2018 yang hanya berjumlah 109.473 orang,” sebut Hafsyah, Senin (20/1/2020), di acara temu pers dengan wartawan di kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, di Batunadua.

Difasilitasi serta dimoderatori Kadis Kominfo Islahuddin Nasution, temu pers turut dihadiri Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Padangsidimpuan Nurcahyo Budi Susetyo, Plt. Kadis Ketenagakerjaan Risman Kholid Harahap, dan Kabid Budi Amin Rangkuti.

Kepala BPS menjelaskan, angkatan kerja ialah penduduk usia kerja yang bekerja atau memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja. Dan, dengan meningkatnya angkatan kerja tersebut, berdampak pada terjadinya peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK).

“Yaitu 72,59 persen di tahun 2018 meningkat menjadi 72,90 persen pada tahun 2019. Kumulatif penduduk yang bekerja di tahun 2019 juga mengalami peningkatan sebesar 3.557 orang. Dari 103.807 di tahun 2018, berubah menjadi 107.364 orang pada tahun 2019,” jelas Hafsyah.

Merujuk angka di atas, kata dia, maka jumlah pengangguran terbuka di Padangsidimpuan mengalami penurunan. Jika di tahun 2018 ada 5.666 orang, tahun 2019 menjadi 4.873 orang. Sejalan dengan terjadinya penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

“Dari 5,18 persen pada tahun 2018 mengalami perubahan menjadi 4,34 persen di tahun 2019. Dengan kata lain ada penurunan grafik sebesar 0,84 persen pada tahun 2019, meski angkatan kerja tahun 2019 naik 2.764 orang dibanding tahun 2018,” ujar Hafsyah melanjutkan.

Akumulasi dari jumlah pengangguran, kata dia, bukan berdasarkan jumlah seluruh penduduk di suatu daerah, tetapi seberapa banyak jumlah penduduk dalam usia angkatan kerja. Berkaca dari daerah lainnya di Sumatera Utara, tingkat pengangguran di Sidimpuan termasuk terkecil.

Sektor jasa merupakan profesi pekerjaan yang paling banyak digeluti, yakni sebesar 67,87 persen, disusul sektor manufacture 16,76 persen, kemudian 15,37 persen ada di sektor pertanian. Sederhananya, kegiatan formal dan informal penduduk yang bekerja diidentifikasi sesuai status pekerjaan.

Lebih jelasnya lagi, penduduk bekerja pada kegiatan formal mencakup kategori berusaha dengan dibantu buruh tetap dan kategori buruh atau karyawan. Selain dua kategori itu, maka termasuk bekerja pada kegiatan informal.

Berdasarkan klasifikasi sederhana itu, maka di tahun 2019 terdapat sekitar 51.155 orang atau 47,65 persen penduduk Sidimpuan bekerja pada kegiatan formal, dan 56.209 orang atau sekitar 52,35 persen bekerja pada kegiatan informal.

Di tahun 2019 juga, penduduk yang bekerja menurut klasifikasi pendidikan didominasi oleh tamatan SLTA/sederajat yaitu sebesar 26,91 persen. Sedangkan untuk jebolan diploma I hingga III terbilang relatif kecil sebesar 4,81 persen, sementara pekerja berpendidikan Sarjana sebesar 18,3 persen.

Menurut Kadis Ketenagakerjaan Risman Kholid Harahap, defenisi pengangguran terbuka ialah angkatan kerja yang belum memiliki pekerjaan. Saat ini, angka pengangguran terbuka tersebut didominasi lulusan SLTA. Ini dikarenakan angka demografi penduduk Sidimpuan cukup besar.

“Lulusan SLTA di tahun 2019 mengalami angka demografi yang tinggi. Ditambah lagi karena minimnya keterampilan serta skil yang mereka kuasai, sehingga berdampak kepada sulitnya mendapatkan lapangan pekerjaan,” terangnya.

Risman pun mengemukakan, terhadap mereka yang baru meluluskan jenjang pendidikan SLTA dan belum mampu melanjutkan ke perguruan tinggi, maka alangkah baiknya mengikuti ajang pelatihan dari Dinas Ketenagakerjaan setempat untuk ditempa di Balai Latihan Kerja (BLK).

“Jika dia wanita, akan diberi pelatihan menjahit ataupun membordir dan keterampilan lainnya. Sedangkan untuk laki-laki, di BLK mereka kita latih untuk mahir bereverasi, baik itu elektronik maupun otomotif,” tegas Risman.

Kebijakan lainnya, pihaknya juga mengambil langkah pemberian hak peningkatan kreatifitas keterampilan, kewirausahaan, perlindungan sosial, meningkatkan sarana prasarana, serta magang keluar negeri yang prasyaratan dapat diperoleh di kantor dinas terkait.

Sementara itu, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Nurcahyo Budi Susetyo mengatakan, Pemkot Padangsidimpuan berupaya maksimal bagaimana supaya para angkatan kerja tidak cenderung mengharapkan lapangan pekerjaan, tapi diarahkan produktif atau berwirausaha.

“Pemerintah melalui dinas yang membidangi kita yakinkan dapat menampung dan fasilitasi setiap angkatan kerja agar bisa mandiri. Ketika semua telah terpenuhi, maka perekonomian di Kota Padangsidimpuan dipastikan semakin membaik,” ujar Nurcahyo. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda