Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Segel Lahan Konsesi Milik PT DGS

651
Lahan HGU PT WAJ yang terbakar.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Usai 750 hektare lahan terbakar, kini lahan konsesi milik PT Dinamika Graha Sarana (DGS) yang berada di Desa Penyandingan Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan tersebut disegel oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis (3/10/2019).

Dilansir dari detik.com, Ketua Satgas Gakkum Karhutbunla KLHK, Sugeng Priyanto mengatakan, hari ini kami berada di lahan konsesi PT DGS yang lahannya terbakar. Jadi ini yang terbakar lahan tebu dan lahan kosong yang berdasarkan catatan satelit seluas 750 hektare.

Menurutnya, PT DGS sebagai perusahaan pemilik izin harus bertanggung jawab atas terbakarnya lahan tersebut. Bahkan, dia menyebut, KLHK berencana menerapkan 3 instrumen hukum dalam penyidikan.

“Jadi sebagai perusahaan yang pegang hak konsesi, mereka bertanggung jawab. Setiap orang pemilik konsesi itu harus bertanggung jawab, dan ini sebagai bukti ada penegakan hukum,” tegas Sugeng.

Khusus gugatan pidana, Sugeng menilai perusahaan atau pejabatnya dapat juga dipidana. Apakah atas dugaan kelalaian dan unsur kesengajaan.

“Gugatan pidana dan akan kita terapkan langsung pada perusahaan-perusahaan ini. Tentu kita sangat terganggu dengan kondisi ini, bisa karena dugaan kelalaian atau kesengajaan. Kita lihat nanti,” kata Sugeng.

Berdasarkan catatan KLHK di satelit dan lapangan, lanjut Sugeng, lahan yang disegel ini pernah terbakar pada tahun 2015 lalu. Bahkan akibat kebakaran tersebut kabut asap menyelimuti Kota Palembang.

Sementara itu Manager Operasional PT DGS, Rois Pasaribu, mengakui lahan itu adalah milik perusahaannya. Namun saat ini belum dikelola secara maksimal karena masih dikuasai masyarakat.

“UIP (Izin Usaha Perusahaan) DGS total sekitar 11 ribu hektare, tapi baru sekitar 4,5 ribu yang kita kelola sejak 2016 lalu. Sisanya ada kebun karet, pertanian dan dikelola masyarakat,” ungkap Rois.

“Perlu diketahui, lahan terbakar itu ada di luar lahan yang kami kelola. Kalau lahan yang kami kelola aman dan dapat dilihat sudah diskat kanal untuk membatasi api meluas,” katanya.

Satgas Gakkum Karhutbunla KLHK saat melakukan penyegelan di lahan konsesi PT DGS.

Disisi lain, beberapa waktu lalu juga terjadi kebakaran hebat di wilayah Kecamatan Pampangan Ogan Komering Ilir (OKI). Kala itu, Kamis (12/9/2019) pagi, terdapat titik api di rawa lebak termasuk dalam wilayah Desa Jungkal tepatnya perbatasan dengan PT Waringin Agro Jaya (WAJ).

Lalu api melahap semak belukar hingga seluas diperkirakan 200 hektare. Karena tak kunjung padam, sekira pukul 16.00 Wib, api mulai merambat masuk ke areal lahan HGU PT WAJ. Hingga upaya pemadaman pun dilakukan oleh pihak perusahaan dengan menurunkan petugas dan beberapa unit pompa air serta alat berat berupa excavator.

Kendati begitu, hingga Sabtu (14/9/2019) pukul 16.00 Wib, kobaran api masih saja membakar semak belukar di dalam areal HGU PT WAJ, yaitu Divisi 11 dengan luas sekira 300 hektare. Dan jika api tidak juga berhasil dipadamkan, maka tidak menutup kemungkinan akan masuk ke areal Divisi 10, sehingga lokasi kebakaran semakin meluas.

Untuk areal rawa lebak berada di wilayah Desa Jungkal Kecamatan Pampangan OKI adalah rawa gambut yang rawan terbakar dan pada tahun – tahun sebelumnya juga selalu terjadi kebakaran. Yang kali ini diduga terbakar akibat api puntung rokok dibuang nelayan pencari ikan di kawasan tersebut.

Sementara itu, lokasi yang terbakar di Divisi 11 adalah HGU yang belum ditanami kelapa sawit, sedangkan lokasi yang telah ditanami kelapa sawit oleh PT WAJ tidak terbakar. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda