Desa Parsalakan Sandang Desa Sadar Jaminan Ketenagakerjaan Sosial

213

TAPSEL-SUMUT, BERITAANDA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar launching desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan, yang dilangsungkan di Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, Kamis (3/10/2019).

Acara dihadiri Kadis Ketenagakerjaan Tapsel Amros Karangmatua, Kabag Humas dan Protokol Isnut Siregar, Camat Angkola Barat Maruhum Hot Taufik, Camat Marancar Arman Pasaribu, Kabid Pemdes Ricky Hadamean, para lurah/kades se-Angkola Barat, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat setempat.

Menurut Bupati Tapsel yang diwakili Sekda Parulian Nasution saat memberi sambutan menyebut, ditetapkannya Desa Parsalakan menjadi momentum strategis, dimana pemerintah harus berkomitmen besar untuk memberikan pelayanan jaminan sosial.

Jaminan sosial ketenagakerjaan, jelas Parulian, menjadi bentuk perlindungan bagi tenaga kerja berbentuk santunan berupa uang pengganti penghasilan yang hilang (berkurang), dan pelayanan sebagai akibat dari peristiwa atau keadaan yang dialami oleh tenaga kerja akibat kecelakaan kerja, sakit, jaminan hari tua dan meninggal dunia.

“Sebagaimana amanat UU No. 24 Tahun 2011 tentang badan pelayanan jaminan sosial dan UU No. 40 Tahun 2004 tentang sistem jaminan sosial nasional bagi pekerja formal maupun informal, pemerintah harus memberi layanan berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat Tapsel,” sebutnya.

Dikesempatan itu, sekda menyampaikan dukungan penuh Pemkab Tapsel atas ditunjuknya Desa Parsalakan menjadi desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. Ia pun menghimbau semua kalangan profesi di Tapsel, agar mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, Umardin Lubis, pun apresiasi perhatian pemkab yang begitu luar biasa. Jaminan sosial ketenagakerjaan telah dimulai dari lingkungan pemerintahannya, dengan kesemua perangkat desanya terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, dan hanya tinggal beberapa desa lagi.

“Mungkin saat ini ada 212 desa di Tapsel dan semua perangkat desanya sudah terdaftar lebih kurang 2400 pekerja yang terdiri dari kepala desa, kepala dusun RT/RW dan seluruh masyarakat Desa Parsalakan yang juga sudah membayar iuran di BPJS Ketenagakerjaan,” tutur Umardin.

Begitu juga, ungkap dia, dengan tenaga non pemerintah seperti tenaga honorer, yang juga sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Hari ini pihaknya hadir di Desa Parsalakan didasari penilaian, mayoritas penduduk Desa Parsalakan sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Harapan kami kedepan semua yang ada di desa ini semoga ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan dan juga menjadi contoh ke desa-desa di wilayah kecamatan lainnya agar masyarakat terlindungi dengan ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” harap Umardin.

Acara dirangkaikan penyerahan secara simbolis santunan klaim JKK dan JKM, kepada ahli waris sekaligus penyerahan kartu peserta dan surat tugas dan id card agen perisai BPJS Ketenagakerjaan di Desa Parsalakan. Dilanjutkan dengan penandatanganan MoU desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan. (Anwar)

Bagaimana Menurut Anda