Kejanggalan Anggaran Jasa Konstruksi RTH Tugu Batu Panaragan Mulai Terkuak

13

TUBABA-LAMPUNG, BERITAANDA – Kejanggalan pembangunan RTH Tugu Batu Panaragan oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mulai terlihat menunjukkan adanya titik terang. Dikerenakan pembangunan fisik RTH Tugu Batu Panaragan merupakan penggabungan dari dua jenis kegiatan yang berbeda, yaitu pembangunan tugu dan pembangunan ruang terbuka hijau

Kejelasan dari pembangunan yang di titik fokuskan pada lokasi simpang tiga Panaragan adalah RTH, yang dikerjakan oleh CV. Mudia Karya dengan harga penawaran Rp 2.143.269.895 hasil dari proyek perencana yang dikerjakan oleh CV Nusantara Indah Konsultan dengan Pagu paket Rp 200.000.000. Sementara, kejelasan dari pembangunan tugu di titik lokasi tersebut pembangunan tersebut belum jelas adanya.

Sadarsyah selaku Kepala Bidang Perencanaan Dinas PUPR Tubaba, Rabu (16/6), di ruang kerjanya menyangkal bahwa pembangunan tugu batu Panaragan bukan pembangunan tugu, melainkan pembangunan RTH dari rencana pembangunan tahun 2017.

Ketika dimintai keterangan kejelasan pembangunan yang dihasilkan dari perencanaan tahun 2017, dengan jelas Sadarsyah menjawab, RTH tugu batu itu perencanaan tahun 2017. Penjelasan dari RTH itu banyak bukan tugu batu saja, jadi kita buat perencanaan ini untuk usulan tahun berikutnya. “Judulnya pembuatan RTH  ruang terbuka hijau simpang tiga Panaragan kalau yang dibangun sekarang ini, kalau fisik tugunya bidang cipta karya,” kelitnya.

Ketika dimintai keterangan adanya perubahan bentuk apabila pembangunan tersebut menggunakan desain perencanaan yang berbeda, dengan nada agak ragu, Sadarsyah menyangkal bahwa hanya akan dilakukan perubahan. “Bedanya penambahan pekerjaan saja, kalau perubahan komposisi pekerjaan fisiknya dari burung heron jadi burung garuda,” ungkapnya.

Sadarsyah mengaku, penetapan harga satuan batu dihitung berdasarkan ketentuan sekitar Rp 6.000 dengan 7000/Kg dengan bobot berat sekitar 18 ton berdasarkan hasil survey di Pulau Jawa, sementara dirinya tidak bisa menjelaskan lokasi dan tempat pembelian batu tersebut.

Lebih lanjut Sadarsyah menerangkan berbagai komponen fasilitas yang ada di RTH tersebut diantaranya, Pembangunan drainase, pembangunan tiang burung garuda, pengadaan sumur bor, tempat peristirahatan, namun dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci. (Remi dan Tim)

Bagaimana Menurut Anda