Karnaval Budaya Pemkab OKI Bersama Bank Sumsel Babel, Rayakan Keberagaman Hingga Geliatkan Ekonomi Kerakyatan

21

OGAN KOMERING ILIR, BERITAANDA – Pakaian adat Minangkabau, Jawa, Sunda, Bali, hingga Lombok mewarnai jalan-jalan di Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Ribuan warga berdiri di sepanjang jalan, menyaksikan peserta karnaval berjalan, menari, dan memainkan musik dalam perayaan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Karnaval Budaya OKI bersama Bank Sumsel Babel menjadi panggung bagi beragam identitas budaya yang hidup berdampingan di daerah tersebut. Pelajar, komunitas, paguyuban nusantara, pemerintah daerah hingga masyarakat umum ikut mengambil bagian.

Karnaval dimulai dari Lapangan Hatta Kelurahan Sidakersa, dan berakhir di kawasan Dinas Sosial OKI, Kelurahan Sukadana. Peserta PAUD dan TK menempuh rute lebih pendek, dari Lapangan Hatta hingga TK Bhayangkari Kayuagung.

Disepanjang jalur yang dipenuhi spanduk atau baliho Bank Sumsel Babel, warga tak hanya menonton. Sebagian mengangkat telepon seluler untuk merekam peserta yang melintas, sementara anak-anak mengikuti arak-arakan dengan penuh antusias.

Ribuan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD dan TK hingga SMA/MA/SMK, ikut memeriahkan karnaval. Perwakilan kecamatan, perangkat daerah, serta paguyuban dari berbagai daerah di Nusantara juga hadir membawa identitas budaya masing-masing.

Kostum menjadi salah satu daya tarik utama. Pakaian adat dan ornamen khas daerah dipadukan dengan tarian, musik, serta pertunjukan teatrikal. Budaya Jawa, Minangkabau, Sunda, Sumatera Utara, Bali, Madura, Banten, dan Lombok tampil bergantian dihadapan warga.

Bupati OKI Muchendi Mahzareki mengatakan, keberagaman yang tampil dalam karnaval tersebut merupakan gambaran kehidupan masyarakat OKI.

“Karnaval ini menunjukkan bahwa keberagaman adalah kekuatan kita. OKI merupakan rumah bagi berbagai suku, etnis, dan agama. Melalui kegiatan seperti ini, kita ingin terus merawat persatuan dan kebersamaan,” kata Muchendi, Selasa (18/8/2026).

Karnaval juga membawa dampak lain di luar panggung budaya. Kerumunan warga menjadi peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menawarkan produk mereka dengan kemudahan bertransaksi menggunakan QRIS BSB Mobile.

Ada 20 tenant UMKM mitra BSB Cabang Kayuagung dengan promo HUT RI ke-81. Belanja minimal Rp20 ribu cukup melakukan scan melalui BSB Mobile sebesar Rp1.945, yakni Dapur Juwai, Rosela, Dimsum Gueh, Septi Kitchen, Jojo House, Dosula, dan Pempek Imey.

Tak hanya itu, ada juga Sambal Cobek Buna, Kantin Buni, Kantin Dinkes Maknyak, Salad Buah Cimudh, Bingo K-Food, Cilok GO, Merisa Kitchen, Pukis Yulika, Raos Cindo, Jajanan Umi Fiyya, Eva Cemilan Rumahan, Klembut Cek Sinta, dan Eviirawan.

Disejumlah titik sepanjang rute, pedagang menjajakan makanan dan minuman. Warga yang datang menyaksikan karnaval sekaligus membeli dagangan yang tersedia.

Menurut Bupati OKI Muchendi Mahzareki, geliat ekonomi tersebut menjadi bagian penting dari perayaan kemerdekaan.

“Yang tidak kalah penting, kegiatan ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Ribuan orang hadir, UMKM ikut tumbuh, dan produk-produk lokal mendapat ruang untuk dikenal. Jadi semangat kemerdekaan hari ini juga kita wujudkan dengan menghidupkan ekonomi rakyat,” ujarnya.

Sementara itu, Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Kayuagung, Ruben Paradisa S menambahkan, bahwa pihaknya mendukung UMKM dalam perayaan hari kemerdekaan melalui penyediaan layanan keuangan yang mudah dijangkau serta fasilitasi transaksi digital.

“Serta pemberian ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk guna memperkuat ekonomi kerakyatan. Untuk fasilitas pembayaran digital, kita sediakan kemudahan transaksi non-tunai, dengan promo belanja minimal Rp20 ribu cukup scan melalui BSB Mobile sebesar Rp1.945,”

Lanjut dia, pihaknya juga memberikan ruang atau memfasilitasi area bazar bagi pelaku UMKM lokal agar bisa berjualan langsung di tengah keramaian acara karnaval, sebagai upaya mendorong pertumbuhan usaha melalui program pemberdayaan dan pendampingan agar UMKM bisa naik kelas.

Terpisah, bagi Rina (34), warga yang datang bersama keluarganya, karnaval dan bazar UMKM menjadi daya tarik dan hiburan sekaligus kesempatan mengenal budaya dari daerah lain serta berbelanja secara praktis.

“Ramai sekali. Anak-anak juga senang melihat kostum yang berbeda-beda. Selain hiburan, kita jadi bisa mengenal budaya daerah lain tanpa harus pergi jauh, juga dapat diskon promo bila belanja di tenant UMKM,” kata Rina.

Hal serupa dirasakan Dimas (17), salah seorang peserta. Ia mengenakan pakaian adat Minangkabau lengkap dengan penutup kepala dan ornamen khas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya Indonesia itu beragam dan semuanya menarik untuk dikenalkan,” ujar Dimas. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda