Karhutla Meningkat, Forkompinda Sekadau Gelar Rakor dengan Koorperasi

129
Bupati Rupinus saat memimpin rakor bersama koorperasi. (BERITAANDA)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Bupati Sekadau Rupinus bersama Forkompinda, Senin (23/9/2019) pagi, menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama managemen koorperasi yang beroperasi di Sekadau.

Rakor ini ikut dihadiri Gubernur, Kapolda Kalbar dan Pangdam IIX/TPR melalui video conference (vicon) dalam rangka menyikapi kebakaran hutan serta lahan.

Bupati menyampaikan bahwa Kabupaten Sekadau dan Bengkayang relatif sedikit hotspotnya, karena ijin konsesi yang diberikan pemda kepada perusahaan sawit sangat sedikit.

“Kami juga menghimbau masyarakat yang dekat dengan lahan perusahaan maupun yang jauh dari lahan konsesi perusahaan, dalam waktu dekat ini jangan sampai ada yang membakar lahan dulu,” papar bupati.

Dikatakan bupati, BPBD Kabupaten Sekadau sudah melakukan berbagai cara untuk mengatasi karhutla, seperti pembagian air serta masker kepada masyarakat.

“Terdata 2 perusahaan di Sekadau yang lahannya sudah disegel dan ditemukan titik hotspot yang terbakar,” ungkap dia.

Ditempat yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Matius Jhon S.Pd M.Si menjelaskan, bahwa sampai dengan tanggal 19 September 2019 lalu, pihaknya mendata sebanyak 421 titik hotspot di Kabupaten Sekadau.

“Dibanding tahun 2018, titik hotspot mengalami peningkatan 99.96 %,” ungkap Jhon.

Jhon mengakui, BPBD masih mendapatkan kendala, seperti minimnya sarana dan prasarana di lapangan, kendaraan Damkar hanya 2 unit, jumlah petugas hanya 20 anggota, lokasi yang sulit dijangkau, kurangnya sumber daya air di titik lokasi, serta masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang pemadaman karhutla. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda