Kapolres OKI Tinjau Lokasi Penemuan Harta Karun di Cengal, Ini Hasilnya

4265
Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra, SH.,S.Ik.,MM saat berada di lokasi Sungai Serdang Desa Sungai Jeruju Kecamatan Cengal OKI, tempat yang dihebohkan ditemukan harta karun.

KAYUAGUNG-OKI, BERITAANDA – Dalam beberapa waktu terakhir mencuat kabar yang cukup menghebohkan terkait penemuan harta karun yang dipercaya sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya. Mulai dari cincin, serbuk emas, hingga guci di wilayah Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumsel.

Seperti di kanal milik PT Bumi Mekar Hijau di Sungai Serdang Desa Kuala Sungai Jeruju Cengal. Dimana warga datang dengan alat seadanya berburu harta karun dimaksud.

Menyikapi hal ini, Kepolisian Resort (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) turun langsung melakukan pembuktian, Ahad (6/10/2019).

Alhasil, setelah menempuh perjalanan melalui jalur darat selama 6 jam dan 1 jam jalur sungai, tibalah rombongan yang dipimpin langsung oleh Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Wakapolres Kompol Janton Silaban bersama PJU Polres OKI di lokasi penemuan harta karun tersebut.

“Di lokasi Sungai Serdang yang selama ini ramai dibicarakan orang, ternyata tinggal 2 orang lagi yang masih ada disana. Dan informasi dari mereka, tidak mendapatkan hasil seperti diinformasikan dalam media sosial,” ungkap Kapolres OKI AKBP Donni Eka Syaputra saat ditemui, Senin (7/10/2019).

Kami juga bertanya kepada warga sekitar, terutama yang punya ketek, karena selalu berinteraksi mengantarkan warga. Kata Kapolres lagi, tukang perahu ketek pun berkata tidak pernah sama sekali melihat perhiasan didapatkan oleh orang – orang yang mencari disana.

“Dan patut dipahami, kalau di lokasi itu masih banyak orang, berarti mungkin dapat. Tetapi kalau sudah tidak ada orang, berarti memang tidak ada temuan – temuan yang cukup berharga, sehingga mereka mau bertahan disana,” tandas Kapolres.

Untuk memuaskan hati, masih kata Kapolres, kami pun bergeser ke Desa Sungai Jeruju yang menurut informasi, katanya ada orang membeli emas unik. Kata dia, unik ini mungkin berbentuk ada nilai – nilai tertentu.

“Setelah didatangi kesana dan ditanyai yang bersangkutan, ternyata tidak diketahui asalnya darimana dan yang menjualnya pun siapa, warga mana. Karena katanya cuma bertemu di kalangan Desa Sungai Jeruju. Saat pertama bertemu tidak dijual, karena tidak memerlukan uang. Tetapi satu pekan kemudian pas ketemu lagi, baru dijual,” ujar Kapolres.

Ini pun juga patut menjadi tanda tanya kami, lanjut Kapolres, apakah orang yang sedang mendulang emas itu masa tidak membutuhkan uang.

“Kenapa tidak menjual pada saat bertemu pertama kali, apakah ini tanda – tanda ia ingin menaikkan harga. Karenakan umumnya, apabila orang jual emas tanpa surat harganya turun. Mungkin momen hebohnya penemuan harta karun tersebut bisa jadi dimanfaatkan oknum-oknum tersebut,” terang Kapolres.

“Di Desa Sungai Jeruju ada kades dan perangkat desa yang ditanya. Bahkan warga asli disana mengatakan tidak pernah mendapatkan perhiasan seperti heboh di media – media dalam bentuk gambar tersebut. Sehingga untuk di Sungai Serdang kami meyakini bahwa tidak ada barang – barang disebutkan,” tegas Kapolres.

Sekembali dari Sungai Serdang Desa Sungai Jeruju, pagi ini kami dapat juga informasi bahwa di Muara Pelimbangan Kecamatan Cengal, ada lagi orang – orang yang ingin mencari disana. Dilanjutkan Kapolres, oleh karena itu kami sudah membentuk tim beranggotakan 14 personel dipimpin Kasat Polair bergeser kesana untuk menindaklanjutinya.

“Memverifikasinya apakah disitu benar terdapat barang – barang seperti yang dihebohkan lagi ini, ataukah cuma hoax untuk sekedar membuat warga menjadi resah. Disamping kirimkan tim, kita juga sosialisasikan kepada warga Cengal maupun lainnya. Dari hasil pengecekan di Sungai Serdang, bahwa tidak ditemukan barang – barang dimaksud, agar tidak ada lagi yang berkeinginan datang kesana,” himbau Kapolres.

Kendati diketahui memang ada sekitar 10 sampai 15 orang yang mencari disana, sambung Kapolres, mencarinya pun sederhana sekali. Mereka pakai baskom, kemudian tanahnya itu diberi air dan diaduk – aduk, sama seperti orang mencari emas kecil.

“Beredarnya pencarian di Sungai Serdang sendiri berawal dari, katanya orang perusahaan menggunakan eksavator menggaruk tanah, terus menemukan. Kan lucu. Coba bayangkan 4 ton tanah yang ada di cengkaman eksavator ini, kok bisa kelihatan dari jauh barang kecil, mungkin cincin. Ini juga patut diduga ada sesuatu untuk sekedar membuat heboh. Kami juga menghimbau, khususnya keamanan, bahwa apabila ada yang tergoda datang kesana, sudah keluarkan uang ternyata tidak ada, ini bisa berakibat adanya gesekan antara warga lokal dan pendatang,” ujar Kapolres.

Jikapun seandainya kita tidak tahu ternyata dapat, sambung Kapolres lagi, ini juga bisa menimbulkan gesekan. Bisa itu berupa pencurian atau kejadian lainnya.

“Oleh karena itu kita sudah menghimbau warga Desa Sungai Jeruju untuk tidak datang kesana. Karena siapa tahu, pada saat warga kesana dan karena lokasi jauh, desa menjadi kosong lalu disatroni pencuri,” tegas dia.

“Untuk menjaga keamanan, upaya kita bekerjasama dengan perangkat desa mendatangi tempat – tempat yang diduga atau diinfokan terdapat barang purbakala. Disamping itu, kami juga berikan selebaran dan buat spanduk tidak diperkenankan seseorang untuk mencari barang – barang purbakala cagar budaya serta memilikinya,” jelas Kapolres.

Orang yang boleh mencari harus yang sudah mendapatkan izin dari pemerintah. Lebih jauh Kapolres menjelaskan, seandainya dapat pun harus diberitahukan kepada pemerintah, agar bisa didata apakah benar atau tidak barang itu purbakala.

“Ada proses dan panjang. Maka dari itu baik dari Polres maupun Polsek Cengal ataupun Polsek Tulung Selapan untuk sama – sama menjaga sehingga tidak terjadi gesekan,” pungkas Kapolres. (Iwan)

Bagaimana Menurut Anda