Kapolres Lampung Utara Kukuhkan 42 Orang Anggota Pokdar Kamtibmas

218

LAMPURA-LAMPUNG, BERITAANDA – Kapolres Lampung Utara kukuhkan 42 orang anggota kelompok sadar (pokdar) kamtibmas, bertempat di Gedung Wira Satya GWS Polres Lampung Utara, Kamis (16/1/2020).

Ke-42 anggota pokdar kamtibmas tersebut selain dari unsur TNI/Polri, aparatur pemerintahan, juga dari berbagai elemen masyarakat seperti tokoh adat, tokoh agama, pers, ormas, OKP, pimpinan teritorial dan kelompok masyarakat.

Kapolres Lampung Utara AKBP Budiman Sulaksono SIK selaku Dewan Pembina Pokdar Kamtibmas Lampung Utara menyampaikan, kehadiran kepolisian tidak dapat dipisahkan dari sistem yang melingkupinya, yaitu masyarakat.

Dari berbagai publikasi yang membahas tentang kepolisian, dapat disimpulkan adanya keterkaitan peran polisi dengan perkembangan masyarakat. Oleh karena itu, beban tugas dan peran kepolisian senantiasa mengalami perubahan dari masa ke masa.

“Tugas utama kepolisian dalam perkembangan sejarah berkisar pada penegakkan hukum, memelihara ketertiban umum, serta pelayanan masyarakat, dan disebutkan dalam Pasal 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2002,” jelas dia.

Lanjut dia, hubungan polisi dengan masyarakat dibentuk untuk mendorong masyarakat lebih memahami peran dan permasalahan kepolisian. Salah satu tujuan spesifik adalah mengurangi tekanan melalui komunikasi antara polisi dan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan atau memelihara stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Polisi dan masyarakat adalah dua variabel yang tidak dapat dipisahkan. Sulit rsanya memisahkan keeratan hubungan masyarakat dan polisi. Polisi dan masyarakat bagaikan air dan ikannya. Tidak ada masyarakat tanpa polisi, sebaliknya keberadaan polisi tidak dapat dilepas dari masyarakat, disitulah terdapat intitusi yang namanya polisi,” terang dia.

Sebenarnya, kata dia, kegiatan yang dilakukan dalam kemitraan dan pemberdayaan potensi masyarakat ini ada dua, yaitu pemberdayaan community policing (polmas) dan pemberdayaan pengamanan swakarsa.

“Di tahap awal kemitraan ini dilakukan terhadap para tokoh agama, tokoh politik, tokoh adat, intelektual, pengusaha, media masa, organisasi masyarakat, dan LSM. Setelah itu membangun oponi publik yang berdampak positif bagi jajaran Polres Lampung Utara dengan memberikan penerangan kepada publik yang bersifat ketauladanan, publikasi keberhasilan, keterbukaan, dan demokratis. Semua dilakukan melalui media masa cetak maupun elektronik,” tegas dia.

Sedangkan dalam pemberdayaan pengamanan swakarsa dikembangkan kekuatan komponen kamtibmas swakarsa, seperti melalui PPNS, Satpam, Polsus, Kamra, Pramuka, Saka Bhayangkara, PKS, dan Pokdar kamtibmas.

“Tugas preventif diarahkan untuk meningkatkan pemeberdayaan peran serta masyarakat dalam mengamankan diri maupun lingkungannya, dengan membentuk kelompok sadar dan peduli masyarakat. Kelompok sadar keamanan dan ketertiban masyarakat (pokdar kamtibmas) dibentuk untuk membangun kemitraan dan sinergitas dengan seluruh lapisan masyarakat. Pengukuhan ini merupakan orang-orang dari kalangan masyarakat yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap kondisi dan situasi kamtibmas. Terutama memiliki dan mempunyai kesadaran terhadap lingkungan,” pungkas dia.

Hadir pada acara tersebut Pembina Pokdar Kamtibmas Provinsi Lampung H. Herman Rusli ST MM, Dir. Binmas Polda Lampung Kombes Pol. Drs.Jhoni Soeroto, Forkopimda Kabupaten Lampung Utara, para pejabat utama Polres Lampung Utara, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, awak media juga kelompok masyarakat lainnya. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda