Jarot: Pembangunan Daerah Bisa Berkembang Apabila Dimulai dari Desa

252

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Desa Sungai Pukat Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang menjadi salah satu desa yang turut serta dalam lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019.

Pembukaan kegiatan lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat tersebut dihadiri oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, didampingi beberapa Kepala OPD, dan turut serta juga para tim penilai dari Provinsi Kalimantan Barat, bertempat di Balai 4 Menyadik Desa Sungai Pukat, Kecamatan Kelam Permai, Kabupaten Sintang, Selasa (18/6/2019).

Bupati Sintang Jarot Winarno memberikan apresiasi kepada Desa Sungai Pukat yang sudah siap dengan kegiatan ini.

“Jadi kegiatan seperti lomba-lomba ini bukanlah hal yang asing dan pertama kali diselenggarakan di Desa Sungai Pukat, karena 2 tahun lalu desa ini menjadi juara kedua kegiatan P2WKSS se-Provinsi Kalimantan Barat, sehingga para perangkat desa, PKK dan masyarakat sudah siap dan paham dengan kegiatan seperti ini,” ucapnya.

Jarot menilai bahwa pembangunan di suatu daerah itu berkembang apabila pembangunan dimulai dari desa.

“Saya selalu utarakan bahwa besarnya suatu daerah Kabupaten Sintang itu bukan karena obor pembangunan yang ada di Kota Sintang, tetapi karena lilin pembangunan yang ada di desa-desa inilah yang membuat desa semakin maju,” tambahnya.

Masih kata Jarot, di Kabupaten Sintang ini memiliki 391 desa dan sudah ada 6 desa yang menjadi desa mandiri.

“Dari 391 desa di Sintang berdasarkan hasil penilaian indeks desa membangun, bahwa ada 6 desa yang sudah menjadi desa mandiri, kemudian ada 10 desa yang sudah menjadi desa maju. Akan tetapi kita di Sintang masih 21% atau sekitar 86 desa dari 391 desa dikategorikan desa sangat tertinggal,” jelasnya.

“Kita bersama 3 kabupaten lain seperti Melawi, Ketapang dan Landak itu masih memiliki kantong-kantong kemiskinan pada desa-desa yang sangat tertinggal, dan di Sintang merupakan jumlah desa paling banyak di Kalbar. Tentunya kantong-kantong kemiskinan yang harus kita entaskan. Mengentaskan hal ini tidaklah mudah,” sambungnya.

Sementara itu, ketua tim penilai lomba desa tingkat Provinsi Kalimantan Barat, Ahmad Salafuddin mengatakan, bahwa ada tiga aspek secara umum penilaian lomba desa. “Yakni antara lain aspek pemerintahan, aspek kewilayahan, dan aspek kemasyarakatan,” kata Ahmad.

Ahmad mengungkapkan bahwa kegiatan lomba desa ini diikuti sebanyak 11 kabupaten/kota.

“Jadi untuk di tahun ini ada 2 kabupaten dan 1 kota yang tidak ikut, yaitu Kota Singkawang, Kabupaten Sambas dan Kabupaten Landak,” ungkapnya.

Ahmad menambahkan bahwa tujuan dari kegiatan lomba desa ini untuk melihat perkembangan suatu desa.

“Kegiatan ini untuk melihat sejauh mana antara keseimbangan dan keselarasan semua program yang dicanangkan oleh pemerintah, baik itu pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten sampai ke pemerintahan desa,” pungkas dia. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda