Ikuti STQ Nasional di Pontianak, Fachrori Minta Kafilah Jambi Berikan Hasil Terbaik

178

JAMBI, BERITAANDA – Gubernur Jambi Fachrori Umar meminta para kafilah Seleksi Tilawatil Quran (STQ) dan seluruh kontingen memberikan yang terbaik, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Provinsi Jambi dari sisi keagamaan.

Hal tersebut dikemukakan Fachrori usai menghadiri pembukaan STQ Nasional ke-XXV di Kota Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat tahun 2019, Ahad (30/6/2019).

Dalam STQ Nasional ke-XXV yang dibuka secara langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin tersebut, Provinsi Jambi mengirimkan sebanyak 16 orang kafilah.

Para peserta yang mengikuti STQ Nasional tersebut sebelumnya telah mengikuti training centre, diharapkan mampu memberikan penguatan sebagai bekal berharga dalam menghadapi STQ Nasional ke-XXV.

Fachrori menyampaikan, penyelenggaraan STQ Nasional bertujuan untuk mencari bibit unggul yang akan menjadi perwakilan Indonesia, guna diikutkan dalam gelaran Musbaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat internasional.

“Semoga kafilah kita ada yang mewakili Provinsi Jambi untuk ikut dalam MTQ tingkat internasional,” kata gubernur.

Fachrori kembali mengatakan, 16 orang yang terpilih menjadi perwakilan Provinsi Jambi ini adalah yang terbaik di bidangnya.

“Dipundak 16 orang inilah amanah dan harapan dari seluruh masyarakat Jambi. Semoga amanah yang telah diberikan oleh masyarakat Jambi menjadi kepercayaan diri tersendiri sebagai suatu kehormatan yang harus diperjuangkan dan dipertahankan untuk mengharumkan nama Provinsi Jambi,” kata Fachrori.

Fachrori mengharapkan agar kafilah dan kontingen bisa mengharumkan nama Provinsi Jambi, yakni dengan menorehkan prestasi terbaik.

Lebih lanjut Fachrori mengungkapkan, melalui semangat STQ Nasional ini, masyarakat bisa mengartikulasikan, mengimplementasikan dan mengamalkan kandungan ayat-ayat suci Alquran dalam kehidupan sehari-hari, sehingga bisa hidup secara rukun dan damai, terlebih lagi usai pemilihan umum beberapa waktu yang lalu.

“Kita harus mengamalkan apa saja yang terkandung dalam ayat-ayat suci Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, kita bisa hidup dengan rukun, tidak ada lagi saling membenci di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Fachrori.

Saat membuka STQ Nasional ke-XXV, Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, STQ Nasional merupakan pintu gerbang bagi para pecinta seni membaca dan menghafal Alquran untuk mengikuti MTQ tingkat internasional.

“Pada penyelenggaraan STQ Nasional tahun 2019 ini terasa lebih bermakna, karena dapat menjadi momentum untuk merajut kembali kebersamaan dan persaudaraan nasional pasca pemilihan umum tahun 2019 yang telah kita laksanakan beberapa waktu yang lalu,” kata Lukman.

“Kita mengharapkan kegiatan ini bisa menjadi stimulan bagi umat Islam untuk mengamalkan kandungan kitab suci Alquran dalam kehidupan pribadi dan sosial, serta menjadikan Alquran sebagai penuntun untuk lebih memperkokoh persatuan bangsa dan menjadi perekat dalam kehidupan beragama,” tambah Lukman.

Lebih lanjut Lukman mengharapkan, melalui STQ Nasional ini bisa melahirkan bibit-bibit generasi muda Indonesia yang ahli dalam Alquran, sehingga dapat lebih meningkatkan SDM bidang keagamaan dan dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. (Inro)

Bagaimana Menurut Anda