Buka Gawai Dayak Sub Suku Undau, Bupati Sintang Tancapkan Tiang Pembangunan Betang Adat

373

SINTANG-KALBAR, BERITAANDA – Agenda gawai dayak di Kabupaten Sintang pada setiap desa masih terus berlangsung, salah satunya gawai dayak sub suku undau di Desa Tertung Mau Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Sintang, Sabtu (29/6/2019).

Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Bupati Sintang Jarot Winarno, ditandai dengan pembukaan kain penutup tempayan yang berisikan minuman khas dayak, yaitu tuak pemali. Sekaligus melaksanakan penancapan tiang pertama pembangunan rumah betang adat dayak di Desa Tertung Mau.

Dalam kegiatan pembukaan gawai dayak, Bupati Sintang didampingi oleh Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, H. Sudirman.

Pada sambutannya, bupati mengatakan bahwa kegiatan gawai ini sangatlah luar biasa, karena di dalamnya terdapat momentum mensyukuri warisan leluhur yang harus dilestarikan.

“Hari ini kita syukuri agenda tutup tahun sebagai momentum warisan nenek moyang yang sangat luhur, sehingga ini saya ucapkan luar biasa, mudah-mudahan rezeki semakin melimpah dan kita dapat menyongsong tahun depan lebih baik lagi,” kata Jarot.

Menurut bupati, bahwa hasil musyawarah adat sub suku dayak undau ingin memajukan sektor pertanian. Jadi mari kita bangun desa.

“Kita sudah realisasikan apa hasil daripada musyawarah adat sub suku undau pada waktu itu, dimana kita ingin memajukan sektor perkebunan dan pertanian di wilayah sub suku undau, agar kelestarian tersebut tidak menjadi sebuah ketertinggalan,” ucapnya.

Masih kata Jarot, bahwa dalam kegiatan gawai ini memiliki makna untuk saling menghargai satu sama lain.

“Nenek moyang kita mengajarkan bahwa adat mengatur kita dengan Tuhan, adat mengatur kita sesama manusia untuk saling menghormati, menghargai. Kalau kita tidak diganggu, maka tidak akan mengganggu orang lain, maka kita hidup haruslah rukun,” tambah Jarot.

Bupati Sintang kembali menyampaikan pesan pembangunan dalam kegiatan pembukaan gawai dayak.

Kata dia, perlu diketahui bahwa pada Bulan November 2018 lalu pemkab sudah mengalokasikan anggaran untuk perbaikan infrastruktur di wilayah ini.

“Sebenarnya sudah dilelang, akan tetapi terkait pilpres jadi kita tunda dan akan dimulai pelelangannya pekan depan. Secara kontraktual, saya fokuskan pada titik-titik kritis yang harus dituntaskan, dengan harapan dapat memperbaiki jalan yang rusak. Dengan demikian, kalau jalan sudah bagus, baru kita pikirkan listrik untuk masuk ke daerah sini,” ucapnya.

Ketua panitia pelaksanaan gawai dayak, Bangun mengatakan, bahwa kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yang bertujuan mensyukuri hasil panen dan tutup tahun.

“Kita selenggarakan gawai dayak sub suku undau ini dari tanggal 28 hingga 29 Juni 2019, dan pada tanggal 29 Juni ini adalah puncak kegiatan gawai dayak yang dimana sebagai gawai tutup tahun setelah habis panen yang dilaksanakan,” kata Bangun.

Sementara itu, Kepala Desa Tertung Mau, Kadi, berharap kepada Pemerintah Kabupaten Sintang untuk dapat membantu hadirnya listrik di desanya.

“Harapan kami listrik disini bisa masuk sampai ke Desa Tertung Mau, dan kemudian jalan masuk ke desa kami perlu diperhatikan,” kata Kadi.

Setelah kegiatan pembukaan gawai dayak, Bupati Sintang bersama rombongan lainnya melakukan pembukaan tuak pemali sekaligus penancapan tiang pertama pembangunan rumah betang adat dayak di Desa Tertung Mau yang dialokasikan melalui dana desa sebesar Rp150 juta. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda