Hengki Haryadi Warning Aksi Premanisme di Jakarta

63

JAKARTA, BERITAANDA – Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi memastikan akan menindak tegas setiap aksi premanisme di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Hal itu ditegaskan Hengki pasca menangkap empat komplotan pelaku penembakan ‘maut’ di Medan Satria Kota Bekasi yang melibatkan kelompok Jhon Kei dan Nus Kei.

Hengki juga mengultimatum kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri, sebelum ditangkap.

“Kita akan menindak tegas segala bentuk aksi premanisme. Karena biar bagaimanapun pun aksi main hakim sendiri atau eigenrichting tidak diperbolehkan. Karena kejadian ini membuat keresahan di masyarakat,” kata Hengki Haryadi kepada wartawan, Kamis (2/11/2023).

Menurut Hengki, hasil kolaborasi bersama Polres Metro Bekasi, kasus penembakan yang menewaskan pria inisial GR (44) di Medan Satria Kota Bekasi, ternyata dipicu konflik lama antar kelompok.

“Kami minta para pelaku menyerahkan diri atau kami kejar dan tindak tegas,” tegas Hengki didampingi Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully.

Polda Metro Jaya, kata Hengki akan menindak tegas dan mengusut tuntas kasus kasus kriminal yang melibat kelompok premanisme.

“Tidak ada kelompok-kelompok tertentu yang bergerak di atas hukum. Kami akan tidak tegas. Tidak ada tempat buat premanisme,” katanya.

Hengki menjelaskan, dalam kasus penembakan itu, sudah ada empat pelaku telah diamankan.

“Tim gabungan kini tengah memburu pelaku lain yang melarikan diri. Sampai saat ini sudah ada empat orang yang kita amankan,” ujar Hengki.

Keempat pelaku yang ditangkap adalah FO (31) yang ditangkap di Cibinong Kabupaten Bekasi, kemudian EU, MW, dan PM alias O yang ditangkap di Indramayu dan Tangerang Selatan.

“Untuk detailnya kasus ini akan kita dirilis secara lengkap dalam waktu dekat, nanti kita rilis bersama Polres Metro Bekasi hari Jumat,” kata Hengki.

Konflik Jhon Kei dan Nus Kei

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully menambahkan kasus tewasnya pria asal Jakarta Barat, GR (44), di Medan Satria Kota Bekasi, dipicu konflik dua kelompok John Kei vs Nus Kei.

Dari keterangan kelompok John Kei yang sudah diamankan, mereka awalnya mendapat info bahwa kelompok Nus Kei akan melakukan penyerangan ke kontrakan mereka di wilayah Bekasi.

“Menurut keterangan dari pihak John Kei, kejadian ini mereka dapat informasi akan diserang oleh kelompok Nus Kei,” kata Titus Yudho Ully.

Yudho menjelaskan saat itu kelompok Nus Kei yang berjumlah 6 orang mendatangi lokasi dengan membawa senjata tajam.

Karena pihak Jhon Kei sudah mengetahui informasi penyerangan, mereka juga sudah mempersenjatai dengan senjata tajam dan senjata api. Saat kelompok Nus Kei keluar dari mobilnya, kelompok Jhon Kei pun menembak ke arah mereka. Alhasil, korban GR pun tewas setelah tertembak di dahi kirinya.

Datang mobil lalu parkir dan turun 6 orang. Korban turun sudah bawa parang. Tanpa disadari kedatangan kelompok Nus Kei sudah diketahui kelompok Jhon Kei yang sudah siap dengan batu, parang dan senjata api.

“Begitu kelompok Nus Kei datang, korban turun bawa parang, langsung ditembak oleh kelompok Jhon Kei. Alasan mereka menembak korban karena mau diserang, dan di lokasi ini ada anak istri kami,” kata Titus

Setelah itu, pihak Nus Kei membawa korban tertembak ke rumah sakit. Sementara itu, kelompok Jhon Kei pun melarikan diri. “Dan kita berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Metro Bekasi Kota, dan masih mendalami kasusnya,” kata Yudho. (*)

Bagaimana Menurut Anda