Heboh Ada Penculikan Anak di Huta Lombang, Ternyata Kesalahpahaman

463
Ilustrasi.

PADANGSIDIMPUAN-SUMUT, BERITAANDA – Suasana Desa Huta Lombang Kecamatan Sidimpuan Tenggara, Kota Padangsidimpuan, yang semula tenang mendadak heboh karena isu penculikan anak, Selasa (2/2/) siang.

Isu muncul dikarenakan salah satu dari warga setempat mengaku kehilangan putrinya berusia 12 tahun. Laporan ini sontak membuat warga lainnya panik dan berinisiatif melalukan pencarian ke seluruh penjuru desa setempat.

Kepanikan lantas berubah menjadi sebuah ketegangan sesaat setelah sang anak didapati bersama dua wanita muda yang oleh warga satupun tak ada yang mengenal. Guna menghindari tindakan anarkis, keduanya diboyong ke balai desa untuk selanjutnya dimintai keterangan.

Dalam penjelasannya, keduanya menegaskan tuduhan mereka melakukan penculikan anak merupakan sebuah kesalahpahaman. Pun demikian, mereka tak menampik sempat membonceng si anak untuk sesuatu keperluan.

“Adek itu kami bawa sebentar untuk melakukan praktek sekolah,” tegas salah satunya, yang mengaku penduduk Kecamatan Sidimpuan Selatan, diamini temannya warga Kecamatan Sayurmatinggi. Keduanya menyebut pelajar salah satu SMK di Padangsidimpuan, jurusan tata rias.

Belakangan disimpulkan, isu mengenai upaya penculikan itu tidak benar adanya dan lebih kepada komunikasi yang tidak tersampaikan. Hal ini diperkuat dengan pengakuan si anak yang diperlakukan baik, tanpa ada pemaksaan.

“Kedua kakak itu mengajak aku untuk pangkas rambut, cuma itu saja,” jelas si anak dengan polos, saat ditanyai BERITAANDA di sela-sela persidangan yang difasitasi Pemdes Huta Lombang, dihadiri pihak keluarga kedua remaja berikut orang tua si anak yang diisukan diculik.

“Kesimpulannya, niat dari kedua remaja itu cuma praktek lapangan. Hanya saja, mungkin caranya yang agak salah karena tidak ada minta izin dari orang tua si anak,” tegas Kepala Desa Huta Lombang, Arjuna Harahap. [Anwar]

Bagaimana Menurut Anda