Harga Nanas Terjun Bebas, PPKM Dianggap Biang Kerok

79
Kebun nanas warga di dalam Kecamatan Payaraman.

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Petani nanas di Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel menjerit. Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah di Indonesia memicu harga nanas terjun bebas.

Imbas dari itu pula, buah nanas petani di daerah tersebut masih banyak belum bisa dipanen lantaran tidak ada pembeli. Sementara diketahui, buah nanas asal daerah ini biasanya dalam partai besar dijual ke luar daerah, semisal Kota Jakarta dan kota lainnya di Indonesia.

“Nanas saya sekitar 4.000 buah di kebun hingga kini belum ada pembeli yang melirik, jikapun ada harganya sangat rendah antara Rp 400 – Rp 500 perbuah. Ini jauh sekali. Biasanya harga nanas super kategori A dikisaran Rp 4.000 – Rp 5.000,” ujar Zulyanto salah satu warga Desa Tebedak I Kecamatan Payaraman, Sabtu (24/7).

Untuk mensiasati itu, lanjutnya, nanas terpaksa diecer dan dipilih yang masak, dijajakan di pinggir jalanan di kampungnya, berharap mengurangi dampak kerugian yang lebih besar.

“Terpaksa begitu, kita juga obral harga, walau penjualan dengan mengecer ini juga banyak tak sesuai harapan, tidak habis, dan juga akhirnya banyak yang menjadi busuk,” sambungnya.

Sementara penjelasan dari Arif, salah satu toke nanas di daerah itu menerangkan, bahwa kecenderungan harga murah serta kebanyakan mereka tidak membeli nanas di petani lantaran Jakarta atau Pulau Jawa, selain adanya PPKM juga sedang ‘banjir’ buah lainnya.

Meski begitu, terangnya, di tahun ini adanya PPKM menjadi pemicu luar biasa harga nanas anjlok di pasaran, yang berimbas juga membeli murah ke petani. Bahkan, cenderung tidak melakukan pembelian karena menjualnya di pasaran juga sulit.

“Kami tidak berani mengambil resiko, selain sekarang sulit menjualnya di pasaran, buah nanas juga mudah busuk di dalam truk pengangkut jika tak segera diantar ke lokasi tujuan, khususnya dalam perjalanan jauh keluar Palembang,” ungkapnya. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda