GPAB Berdemo, Desak Bupati OI Pecat Oknum ASN Pemakai Narkoba

945
Generasi Penggerak Anak Bangsa (GPAB) Sumatera Selatan unjuk rasa terkait OTT oknum ASN pemakai narkoba, Kamis (26/9/2019).

INDRALAYA-OI, BERITAANDA – Terkait operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Ogan Ilir (OI) beberapa waktu lalu terhadap oknum ASN yang terlibat penyalahgunaan narkotika jenis sabu. Ormas Generasi Penggerak Anak Bangsa (GPAB) Provinsi Sumsel gelar unjuk rasa di depan kantor Bupati OI, Kamis (26/9/2019).

Ada 3 poin yang disampaikan lewat ‘corong’ mereka pada aksi yang dikoordinatori oleh Yongki Ariansyah dan Muhammad itu. Antara lain meminta kepada Bupati OI agar memerintahkan Kepala BKD untuk mengeluarkan surat pemecatan terhadap oknum tersebut, kemudian meminta pihak BNNK bekerjasama dengan Pemkab OI untuk melakukan tes urine terhadap seluruh ASN yang berdinas. Dan terakhir meminta kepada Badan Narkotika Nasional dan aparat penegak hukum agar menindak pelaku penyalahgunaan ini sesuai hukum yang berlaku.

Menurut mereka, perang terhadap narkoba harus nyata. Apalagi Bupati OI selalu menyampaikan diberbagai kesempatan agar jajarannya bersih diri barang haram tersebut.

“Bupati kita selalu menyampaikan agar jauhi narkoba, nah ini ada jajarannya tersandung persoalan itu, buktikan kalau mau serius untuk memerangi hal tersebut, jangan pandang bulu,” ungkap mereka di aksi demonya.

Sementara mewakili Bupati OI HM. Ilyas Panji Alam, Asisten III H. Lukmansyah yang hadir menemui pendemo menjelaskan, akan segera menindaklanjuti serta menyampaikan masalah tersebut ke bupati. Mengingat saat itu orang nomor satu di Bumi Caram Seguguk itu sedang ada kegiatan di luar.

Kasi Pemberantasan BNNK OI Kompol Jon Lee juga menyampaikan bahwa mereka sudah bekerja secara profesional, terkait penanganan dari pelaku penyalahgunaan narkotika itu.

“Saat penangkapan oknum ASN itu, kita tidak menemukan barang bukti sabu, hanya alat hisap (bong) saja. Kita rekomendasikan untuk direhab, mengingat mereka korban. Dan keluarga mereka memiih untuk direhab di tempat rehabilitasi pencandu narkoba di daerah Pagaralam,” pungkas dia. (Adie)

Bagaimana Menurut Anda