Galian Batu HGU PT Agro Andalan Sesuai Prosedur dan Untuk CSR

572
Galian C tambang batu. (Ilustrasi)

SEKADAU-KALBAR, BERITAANDA – Menyikapi adanya pemberitaan di salah satu media online tentang penambangan galian C dalam HGU perusahaan PT Agro Andalan di Desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu, pihak perusahaan angkat suara serta memberikan penjelasan.

Managemen PT Agro Andalan menjelaskan, bahwa penambangan batu tersebut untuk pengerjaan  pengerasan jalan di Desa Setawar Kecamatan Sekadau Hulu Kabupaten Sekadau.

“Ini merupakan bagian dari program CSR yang telah sesuai dengan prosedur dan mendapatkan izin dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),” ujar Syaifuddin Romli selaku CSR Department Head PT Agro Andalan.

Syaifuddin kembali mengatakan, penambangan batu galian C yang dilakukan kami bukan untuk kepentingan komersial. Kata dia, galian C yang diolah dipergunakan sebagai material pengerasan jalan yang juga masuk dalam program CSR.

“Ini untuk pengerasan jalan desa sebagai bentuk kepedulian perusahaan, yang tujuannya untuk membantu akses transportasi masyarakat,” tambah Syaifuddin.

Ia menyatakan, dalam pelaksanaan proses penambangan galian C jenis batu itu, perusahaan sudah berkoordinasi dengan pihak terkait, seperti Pemerintah Kabupaten Sekadau dan pemerintah desa.

“Termasuk kami juga sudah menyurati Kementerian ESDM, semuanya tidak ada masalah,” kata Syaifuddin.

Menurut dia lagi, berdasarkan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral No. 2302/30/DBM.PU/2018 tanggal 4 Desember 2018 yang ditandatangani Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral Ir Yunus Saefulhak MM MT, dan ditujukan kepada PT Agro Andalan. Dijelaskan, bahwa sesuai dengan UU No. 4 Tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara Pasal 105 bahwa badan usaha yang tidak bergerak pada usaha pertambangan yang bermaksud menjual mineral dan/atau batubara yang tergali wajib, terlebih dulu memiliki IUP operasi produksi untuk penjualan.

“Berdasarkan hal tersebut di atas, maka badan usaha yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang akan memanfaatkan mineral di dalam wilayah HGU atau izin usaha perkebunan untuk kepentingan usaha perkebunan itu sendiri (non-komersial), maka tidak perlu dilengkapi dengan izin pertambangan mineral,” beber Syafuddin.

Selanjutnya, tambah Syaifudin, berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat No. 540/1776/DESDM-B.1 perihal ketentuan pemanfaatan komoditas mineral dalam area perkebunan yang ditujukan kepada PT Agro Andalan, juga menyebutkan bahwa PT Agro Andalan yang akan memanfaatkan komoditas mineral bukan logam/atau batuan di dalam wilayah HGU atau izin usaha perkebunan untuk kepentingan usaha perkebunan sendiri (non-komersial). Maka, tidak wajib dilengkapi dengan izin pertambangan atau IUP operasi produksi untuk penjualan.

“Jadi yang dilakukan perusahaan sudah sesuai prosedur. Kami melakukan ini juga bagian dari komitmen kami untuk membangun daerah dengan memberikan akses transportasi kepada masyarakat,” pungkas Syaifuddin. (Arni)

Bagaimana Menurut Anda