Eratkan Silaturahim di Tengah Pandemi, UBL Gelar Halal Bihalal Virtual

147

BANDAR LAMPUNG, BERITAANDA – Masih dalam suasana harì raya Idul Fitri 1441 Hijriah, keluarga besar Universitas Bandar Lampung (UBL) menggelar acara rutin halal bihalal, Selasa (26/5/2020).

Meski acara tahun ini berlangsung secara virtual melalui media Zoom, hal ini tidak mengurangi antusias keluarga besar UBL untuk lebih mengeratkan silaturahim. Ini dilihat dari ratusan peserta yang hadir, termasuk Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf. S. Barusman, MBA, Ketua Yayasan Administrasi Lampung (YAL) Dr. Andala Rama Putra Barusman, SE, MAEc, Sekretaris YAL Dr. Tina Miniawati Virgawenda Barusman, SE MBA, para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana, Dekan, Kaprodi, Sekprodi, Kepala Biro, dosen, karyawan, staf hingga mahasiswa UBL, dan juga diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dr. KH. Bukhari Muslim, Lc. MA.

Rektor UBL secara pribadi menyampaikan selamat hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah dan mohon maaf lahir dan batin kepada keluarga besar UBL. Ia juga mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang telah melanda selama hampir 3 bulan yang membuat berbagai kegiatan berlangsung dengan media online, namun perlahan kita juga harus segera move on.

“Seiring dengan waktu seperti istilah yang dikatakan Pak Jokowi yakni berdamai dengan corona maka kita harus bisa mengendalikan atau bagaimana caranya agar bisa hidup dengan keadaan seperti ini. Oleh karena itu sesuai Surat Edaran (SE) terbaru yang dikeluarkan, mulai hari ini kita sudah membuka offline kampus khusus untuk pelayanan administrasi bagi karyawan maupun dosen yang menjabat struktural diutamakan untuk bisa hadir di kampus,” papar Yusuf.

Yusuf menambahkan, meski pelayanan offline sudah dibuka, namun tentunya hal ini tetap wajib memperhatikan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, dan menggunakan masker, mencuci tangan hingga nantinya secara bertahap kita masuk ke new normal.

“Sebagai umat beragama, setiap musibah yang kita alami pasti ada hikmah dibaliknya, yang artinya kita sebagai umat muslim tentu dengan kesabarannya menerima musibah ini dengan cara melakukan pekerjaan kita dengan cara-cara yang baru atau new normal,” terang Yusuf.

“UBL akan memberikan opsi perkuliahan secara offline, hybrid atau gabungan antara offline dan online dan juga secara online untuk mangakomodir kebutuhan mahasiswa, dan kita pastikan semua proses akan berlangsung dengan aman. Untuk tahap awal tidak semua fasilitas kampus akan kita buka seperti kantin, sekretariat kegiatan kemahasiswaan, secara perlahan terus akan kita evaluasi sampai semua pihak paham dan mengerti serta dengan kesadaran sendiri menjalankan semua protokol kesehatan, kita harus move on, jangan terus berkeluh kesah dengan keadaan sekarang,” tambah Yusuf.

Sementara itu dalam tausiyahnya, Ustadz Bukhari Muslim menyampaikan terkait dosa-dosa yang kita perbuat dan pengampunannya. Kita tahu bahwa dosa secara global terbagi menjadi dua, yakni kabair atau dosa besar dan shogoir atau dosa kecil. Dosa kecil ini secara otomatis Allah akan menghapuskan dosa-dosa itu tatkala kita berbuat kebaikan, menjaga sholat 5 waktu, menjaga sholat Jumat, dan menjaga ibadah-ibadah di bulan Ramadhan. Sedangkan dosa besar yang berkaitan dengan Allah dilakukan dengan taubatan nasuha.

“Untuk dosa-dosa besar yang berkaitan dengan Allah ada tiga cara yang kita lakukan, yakni yang pertama kita ingat telah melanggar aturan Allah dan menyadari bahwa itu adalah dosa sehingga timbul perasaan menyesal. Lalu kedua yaitu memohon ampun kepada Allah, dan dengan meminta ampun seperti ini wajib bagi kita untuk berbaik sangka kepada Allah, yakinlah bahwa ampunan Allah jauh lebih besar dari yang kita lakukan. Kemudian ketiga, berjanji untuk tidak mengulangi lagi. Namun ada satu tambahan, apabila dosa itu terhadap sesame maka wajib bagi kita untuk meminta maaf kepada orang yang pernah kita dzholimi,” ujar Bukhari.

Bukhari menambahkan, inilah mengapa muncul tradisi atau momentum halal bihalal yang bertujuan untuk betul-betul kita itu tak ubahnya seperti bayi yang baru dilahirkan, dan dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. (Katrine)

Bagaimana Menurut Anda